Hidup memang penuh kejutan. Seperti itulah yang aku rasakan saat ini. Dimulai dari pernikahan yang berdasarkan uang yang kemudian dilanjutkan dengan cinta satu pihak yang dimiliki oleh suamiku sendiri. Cinta, memikirkan kata tersebut membuatku tersenyum sendiri tanpa aku sadari. Sehingga sukses memancing rasa penasaran Meti yang sejak tadi memperhatikanku. "Wah... wah... senyummu sudah hampir mengalahkan kemanisan gula yang terkandung di dalam rotimu," celetuk Meti menyadarkanku dari pikiranku sendiri. Aku menoleh dan langsung menemukan dirinya berdiri tegak sambil memandangku dengan nampan berisi roti yang hendak ia masukkan ke dalam etalase. Senyum menggoda terlukis di bibirnya. Apakah kebahagiaan yang aku miliki saat ini begitu jelas tercetak di wajahku? "Kamu memang pinter mengejek

