Vio masih setia menunggu fachri walaupun tanpa komunikasi di antara mereka, hanya bermodalkan kepercayaan dan keyakinan vio tetap menunggu. "Mau sampi kapan nolak lamaran dari para pria yang mau meminangmu nak?"tanya mama rosa. Sudah berpuluh puluh lamaran datang untuk vio namun vio terus menolak dengan alasan belum siap. "Sampai saya siap ma."jawab vio. "Umur kamu sudah gak muda lagi nak sudah dua puluh empat tahun dan sebentar lagi menginjak dua puluh lima."ucap mama rosa khawatir. "Apa semua karna fachri?"sambung ayah brata ikut duduk bersama vio dan mama rosa. Vio hanya diam tak menjawab. "Nak ini sudah hampir tiga tahun, fachri bahkan tak pernah muncul ataupun sekedar mengirim kabar. Apa kamu yakin fachri masih ingat kamu."mama rosa mengelus lembut rambut panjang vio. "

