Satu tahun telah berlalu semenjak Harold menyelamatkan Charlotte dan Elena dan seluruh penduduk Desa Horen. Dengan begini masa depan akan berubah dan tidak ada alasan bagi Charlotte untuk membalas dendam atas kematian ibunya. Harold sedikit merasakan keresahan saat mengetahuinya bahwa semua orang disini bergerak sesuai dengan dingatannya di kehidupan sebelumnya.
Untuk pemicu pengulangan waktu ini, Harold masih tidak tahu. Tapi yang pasti itu ada hubungannya dengan suara yang ia dengar sesaat setelah kematiannya itu. Suara yang dingin dan serak seakan dapat menelanmu dalam kegelapan yang pekat.
Tetapi dilain sisi Harold juga berterimakasih karena ia bisa mencegah masa depan yang buruk akan terulang lagi. Namun, ia tidak bisa diam begitu saja. Karena bisa saja bukan hanya dia yang memiliki ingatan tentang kehidupan sebelumnya, mungkin Ether juga mengingatnya. Selain itu, fakta bahwa dirinya dikirim kembali sebelum mendapatkan pedangnya SOUL EATER membuatnya kesulitan.
Sekarang Harold berada di dalam ruangan pelatihan yang ada di dalam mansion keluarganya. Ruangan itu tidak begitu luas, dan ada beberapa boneka kayu yang berdiri di ruangan tersebut.
Ngomong-ngomong, kabar mengenai keluarga Sieghard yang menghancurkan Desa Horen telah tersebar luas diseluruh penjuru daerah. Akibatnya, keluarga Sieghard memiliki reputasi sangat buruk di kerajaan Monzard. Hanya saja karena seluruh penduduk Desa tidak ada, waktu itu Ayah tiri Harold yaitu Louise Sieghard marah besar.
Dia juga sudah menyuruh beberapa pasukannya untuk mencari keberadaan mereka tetapi hasilnya nihil. Yah, karena penduduk Desa menggunakan jalur hutan lebat makanya akan sulit untuk ditemukan. Dengan begini, Harold telah merubah peristiwa penting yang akan berdampak di masa depan nanti.
"Tch!"
Harold menyeka keringatnya. Sekarang adalah pagi hari dengan cuaca cerah. Beberapa saat yang lalu Harold sudah mengayunkan pedangnya berkali-kali, dan berhasil menebas semua boneka kayu itu dengan potongan sempurna. Bagaimanapun juga, setelah mengulang kembali kehidupannya. Bukan berarti Harold harus bermalas-malasan. Tapi demi merubah takdir buruk yang akan terjadi di masa depan. Harold harus menjadi lebih kuat daripada dirinya di masa lalu.
Oleh sebab itu, jika dikehidupan sebelumnya Harold mulai berlatih pada usia 8 tahun. Kini Harold mulai berlatih pada usia 7 tahun.
Sementara itu, Lilia dan Zoe melihat Harold yang berkeringat dari balik pintu ruangan pelatihan yang sedikit terbuka. Mereka menatap dengan takjub dengan teknik berpedang yang Harold kuasai pada umur yang masih bisa terbilang dini. Caranya mengayunkan pedang, seperti seorang penari yang sangat lihai. Seolah-olah, bahwa Harold sendiri memang telah sangat mahir dalam mengayunkan pedangnya.
"Tuan Muda ... sejak kapan dia berlatih pedang?" tanya Zoe.
"Beberapa bulan terakhir setelah beliau membeli sebuah pedang. Sejak saat itulah Tuan Muda Harold selalu berlatih selama lima jam sehari."
"Lima jam dalam sehari?! I-itu porsi yang cukup lama untuk anak seusianya."
"Itu benar, tapi yang kukatakan ini juga adalah kebenaran. Sepertinya, semenjak kejadian satu tahun lalu. Tuan Muda terlihat berbeda dari biasanya. Dia seperti terburu-buru untuk segera menjadi kuat, entah apa alasannya."
"Bukankah memang seharusnya seperti itu?"
"Apa maksudmu?"
"Tuan Muda Harold, lagipula itu adalah alasan kenapa Tuan Muda Harold diadopsi bukan? Dia hanya dijadikan sebagai boneka dari keluarga ini. Jadi kurasa dia hanya mencoba melakukan perannya dengan baik."
"Aku tahu, tapi entah kenapa aku merasa berbeda. Aku sudah lama mengawasi Tuan Muda, jadi aku sangat mengetahuinya ... bahwa Tuan Muda seperti tergerak oleh sesuatu yang lain."
"Yah siapa yang tahu, tapi jika itu benar, itu berita yang bagus."
***
Satu jam kemudian. Harold telah menyelesaikan latihannya. Tubuhnya dibanjiri oleh keringat dan nafasnya menjadi terengah-engah. Di depannya adalah boneka-boneka kayu yang menjadi potongan kecil yang rapi. Harold sudah menduganya, bahwa tubuhnya ini adalah penghalang baginya. Kekuatannya menjadi berkurang drastis, dan bahkan tidak bisa dipakai untuk memotong semua boneka kayu dalam satu tebasan. Mau bagaimana lagi.
"Tuan Muda Harold."
Menanggapi asal suara itu. Harold menoleh, hanya untuk mendapati Lilia yang mendekat ke arahnya. Sambil membawa handuk di kedua tangannya. Harold mengambilnya untuk mengelap keringat di tubuhnya. Lalu mengembalikannya ke Lilia.
"Tuan Muda."
"Apa?"
"Maafkan saya karena menggangu latihan Anda. Tapi, Tuan Louise memanggil Anda di ruangannya."
"Ayah?"
"Ya. Sepertinya beliau ingin membicarakan sesuatu yang pribadi dengan Anda."
Tanpa berkata apapun Harold segera pergi melewati Lilia. Harold sudah tahu apa yang akan ayahnya katakan kepadanya. Di kehidupan sebelumnya, kejadian ini juga terjadi oleh sebab itu Harold tidak akan terkejut lagi. Peristiwa yang terjadi selanjutnya akan menjadi perubahan besar-besaran dalam hidup Harold dimasa depan nanti.
***
Harold menghadap Ayahnya. Yaitu Louise Sieghard. Di dalam ruangan yang terang. Dengan banyak interior mewah di dalamnya dan sebuah bangku dimana Ayah tirinya duduk ditengah-tengah ruangan. Ruangan ini biasanya digunakan sebagai ruangan pribadi dan bukannya ditujukan untuk orang lain. Oleh sebab itu, saat Louise memanggil orang lain untuk datang ke ruangannya maka itu akan menjadi pembicaraan yang penting.
"Harold, kau akan bertunangan dengan Putri Bungsu keluarga Bladeheart."
"...."
Yah, ini sudah sesuai dengan apa yang Harold duga. Namun ia harus berpura-pura memasang raut wajah terkejut disini agar tidak terjadi kecurigaan tentangnya.
Aurel Bladeheart, di dalam ingatannya dia adalah seorang anak yang cukup merepotkan, saat Harold berkunjung ke kediaman Keluarga Bladeheart bersama dengan orang tua tirinya. Aurel menentang keras pertunangan itu dan bukan itu saja, dia juga beberapa kali melontarkan kata k********r kepada Harold.
Dia adalah gadis yang cukup merepotkan, dan sifatnya yang tukang pukul tidak pandang lawan, membuatnya di masa depan dijuluki sebagai "Goddess of war." oleh kebanyakan orang, setiap kali dia melawan seseorang akan berakhir dengan kemenangan telak. Perempuan yang mengerikan.
"Aku mengerti, jadi kapan kita akan pergi ke kediaman keluarga Bladeheart?"
"Kurang lebih besok, disaat itu tiba jagalah sikapmu. Karena ini akan mempengaruhi status keluarga Sieghard di masa depan nanti."
Harold terdiam sejenak, keluarga Bladeheart adalah salah satu dari keluarga bangsawan tingkat atas. Namun, kenapa mereka mau menjodohkan anak mereka dengan keluarga bangsawan yang bahkan lebih rendah statusnya dibandingkan dengan mereka?
Jawabannya sangat mudah, keluarga Bladeheart menginginkan keturunan yang menjanjikan. Dan saat mereka mendengar tentang bakat Harold dalam sihir dan bertarung, mereka menjadi tertarik dan mulai melakukan penjodohan terhadap anak mereka untuk keperluan politik.
"Sesuai dengan pesanmu, Ayah."