Gina mengikuti rey yang berjalan kembali menuju ruang kerjanya. Rey hanya diam saja sampai mereka memasuki ruang kerja gina. Tampaknya rey sedang dalam suasana hati tidak baik karena terlihat dari raut wajahnya yang saat ini seperti ingin membunuh orang. Aura kemarahan tampaknya memancar dari gestur tubuhnya yang tampak tegang. " Ada apa rey? Apa tentang masalah gerald?" Tanya gina memulai pembicaraan. Karena tampaknya rey masih tak ada niat membuka suara. Pria itu tampak masih sedang berpikir. " Bagaimana kondisi ana?" " Ada beberapa luka cambukan di tubuhnya. Terutama punggungnya. Saat ini sedang dirawat oleh dokter" "Hmmmm..." Rey hanya berdehem menerima penjelasan dari gina. Tampak dirinya masih memiliki ganjalan di hatinya. " Ana. Wanita ini, sebenarnya ada apa dengan wanit

