Ana berjalan mengikuti Beni keluar meninggalkan harem bersama para wanita yang telah dipilih oleh Beni. Mereka akan diantarkan pada para tamu eksekutif yang datang hari ini di tiap ruang yang telah dipesan.
Berjalan beriringan bersama perempuan-perempuan yang menatap Ana dengan tatapan meremehkan dan mencemoohny tak membuat Ana merasa takut.
Selama ini hingga dia berada disini dia sudah terbiasa pada cemoohan orang. Selama hidup, dirinya sudah mematikan perasaannya agar bisa menahan segala derita, hanya demi untuk bertahan hidup.
Dia hanya perlu bergantung pada diri sendiri. Menjadi kuat agar tetap hidup untuk hari esok.
Dia tak memperdulikan dan memikirkan apa itu masa depan. Yang dipikirkannya adalah bagaimana agar dia bisa tetap hidup dan bernapas melalui hari ini agar bisa bertahan hingga esok dan besoknya lagi. Begitu terus hari-hari yang dilalui Ana.
Kembali pada saat ini, Beni membagi- bagi mereka karena mereka akan ditempatkan di ruangan yang berbeda-beda.
Beni memilih lima orang kemudian membawa mereka masuk ke dalam beberapa ruangan yang didalamnya telah menunggu para tamu.
Sedangkan sisanya menunggu diluar untuk diantar ke ruangan yang lainnya.
Didalam sana Beni hanya menyapa ramah para tamu dan memperkenalkan para wanita-wanita yang disiapkan untuk menemani mereka. Setelah para tamunya setuju dan puas akan para wanita itu,dia segera pamit pergi meninggalkan ruangan itu.
Hingga rombongan terakhirnya yang diperuntukkan para tamu vvip tiba di sebuah pintu yang bahkan terlihat berbeda dari pintu ruangan yang lain.
Pintu yang terdiri dari dua buah daun pintu yang terdapat ukuran naga di pegangan pintunya saja sudah memperlihatkan kesan wah yang berbeda.
Suara percakapan dan gelak tawa para pria di dalam ruangan itu seketika terhenti begitu Beni membuka pintu ruangan.
" Selamat datang tuan-tuan, maaf membuat anda semua menunggu" sapa Beni
Beni memasuki ruangan diikuti felicia dan yang lainnya. Mereka satu persatu menampakkan diri mereka dihadapan para pria yang mengamati mereka dengan tatapan lapar.
Satu per satu menampilkan diri yang dipimpin oleh Felicia. Disusul 9 orang wanita yang kemudian berdiri sejajar dengan dirinya.
Para wanita ini memakai pakaian yang terbuka dan transparan menggoda setiap mata yang menatapnya.
Menampilkan lekuk tubuh dan kulit mulus mereka. Bagian yang tertutup hanya bagian d**a dan pangkal paha mereka. Itu pun penutupnya sangat minim.
" Beni..., akhirnya kamu datang juga dengan membawa para bidadari yang molek- molek ini" tegur Seorang pria yang bernama Gerald.
Gerald adalah seorang pebisnis sukses yang sangat loyal. Dia berani membayar mahal dan memberi tips yang tinggi jika dirinya terpuaskan. Oleh karena itu dia selalu menjadi tamu eksekutif Atmosfer.
Saat ini dia ingin menyenangkan para koleganya yang telah membantunya memuluskan pembukaan bisnis barunya. Sebuah pesta perayaan kecil-kecilan sebagai ucapan terima kasih.
Yang diundangnya saat ini ada sekitar enam orang dihitung bersama dirinya menjadi bertujuh.
Mereka duduk diatas sofa besar yang sangat empuk yang ditata mengelilingi tiap sudut ruangan. Di tengah ruangan terdapat meja tamu yang besar diatasnya sudah tertata berbagai macam hidangan dan minuman-minuman yang memabukkan..
Tak tanggung-tanggung dia memanggil 10 orang wanita untuk menghibur mereka semua.
Walau umurnya tak muda lagi, stamina Gerald masih sekuat seekor kuda dengan tubuh yang masih gagah dan paras yang masih tampan.
Sedangkan keenam koleganya mempunyai umur yang bervariasi. Ada yang seumuran dirinya. Ada yang lebih muda.
Yang berumur tua rata-rata adalah bandot tua. Pria tua dengan perut buncit dan kepala hampir botak.
Sedangkan pria-pria yang lebih muda berpenampilan gagah seperti gerald.
"Feliciaa..kemarilah.." panggil gerald. Langsung dipilihnya Felicia untuk mendampinginya sebelum direbut oleh yang lainnya.
" Selamat bersenang- senang tuan-tuan. " pamit Beni karena tampaknyabtamu-tamu itu menerima semua wanita yang dikirimnya.
Felicia 6menghampiri Gerald dengan langkah genitnya menggoda kemudian duduk di pangkuannya.
"Silakan kalian pilih sendiri para wanita ini. Kalau mau dua silakan juga. Kalau kalian kuat.hahaha..." tawa Gerald.
" Ayo kita mulai pesta kita teman-teman."
Satu per satu beranjak menghampiri para wanita itu. Ada yang hanya merangkul satu wanita dan membawanya duduk di sofa dan ada yang merangkul dua wanita di kedua lengannya
Gerald pun tak mau kalah memanggil satu wanita lagi untuk mendatanginya.
Hanya tersisa Ana yang masih berdiri mematung saat ini. Yang lainnya sudah sibuk bergelayut manja pada partner masing-masing.
" Hei kamu kemarilah." Panggil seorang pria bandot tua yang berperawakan paling besar pada Ana. Tapi Ana tak bergeming. Dipanggil berkali-kalipun Ana tak juga beranjak. Hingga Rambutnya dijambak bandot tua itu dengan kasar digeret menuju tempatnya.
Felicia dan Teman-temannya tertawa melihat Ana yang harus melayani seorang badot tua dengan perut yang buncit.
" Dia orang baru?" Tanya gerald. Mengamati Ana sambil membelai-belai paha Felicia.
" Iya tuan." Jawab Felicia dengan suara mendayu, tangannya membuka kancing baju Gerald.