"Heh, orang kampung, jangan membuat malu atmosfer dengan kelakuan kamu yang seperti ini" tegur Felicia pada Ana yang mengacuhkan kedatangannya.
Felicia mengamati wajah dan penampilan Ana. Dia baru kali ini melihat wajah Ana di harem ini.
"Kamu anak baru ya? Aku belum pernah melihatmu."
Teguraannya hanya dibalas dengan tatapan Ana yang hampa. Bibirnya tertutup rapat setelah semua kue di piring yang dipegangnya telah habis.
Hal ini Membuat Felicia berang. Seakan Ana meremehkannya dan hendak menantangnya, " Hei, kamu dengar tidak?" Bentaknya.
" Maaf felicia, Ana masih baru disini, dia belum terbiasa di lingkungan kita. Maka dari itu Gina menyuruhku untuk mendampinginya" jelas Angela menyela agar tidak terjadi keributan diantara Ana dan Felicia.
"Aku tak butuh penjelasanmu angela, yang kutegur itu dia. Bukan kamu" ujar Felicia dengan tatapan tak suka pada Angela dengan tangan mengarahkan telunjuknya di depan mata Ana.
"Anak ini harus diajari bagaimana harus bersikap menghormati seniornya" dengan telunjuknya dihentakkannya kepala Ana hingga kepalanya terdorong ke belakang.
"Heh, kamu tak punya mulut ya. Jawab kalau ditanya" hardik felicia sekali lagi.
" Kamu tidak akan mendapatkan jawaban dari dia Feli. Dia bisu atau entahlah, yang pasti dari awal tiba hingga sekarang dia tak berbicara sedikitpun dan tak melakukan apapun selain mandi, makan dan minum sendiri." Jelas Angela dengan sabar walaupun dia tidak suka dengan sikap arogansi Felicia.
"Apa??"
"Kenapa Gina bisa menerima orang seperti ini di atmosfer? Ini akan merusak citra atmosfer"
"Untuk hal itu, tanyakan langsung pada Gina. Aku hanya disuruh menjaganya"
"Apa istimewanya dia. Wajahnya memang cantik. Tapi hal itu tidak cukup. Bagaimana dia bisa melayani tamu dengan sikap diamnya itu" ujar wanita lain yang ikut menghampiri mereka.
Angela juga sepemikiran dengan Felicia. Tapi tentunya Gina punya pertimbangan tersendiri pada Ana. Karena dia melihat tempo hari Gina dan kedua pengawalmya keluar dari kamar Ana dengan wajah puas.
"Aku tak perduli, yang pasti jika kalian mencari masalah dengan Ana, akan kulaporkan pada Gina. Camkan ini" ancam Angela menatap tajam pada Felicia.
Angela tahu Felicia suka mencari masalah dengan para pendatang baru. Dia akan merasa terancam,takut posisinya akan direbut jika ada anggota baru yang wajahnya lebih cantik darinya.
Dan tentu saja Ana lebih cantik dan juga lebih muda darinya, ini merupakan ancaman baginya. Tapi bersaing dengan orang bisu dan kaku, memiliki ekspresi seperti boneka hidup juga akan menjatuhkan harga dirinya. Tentunya dirinya jauh lebih unggul, pengalamannya dalam menyenangkan para pria dan memberikan servis kepada mereka hingga puas tak ada yang mengunggulinya hingga kini.
Felicia hanya menyengir sambil mengangkat sedikit sudut bibirnya. Meremehkan ancaman Angela.
Angela hanyalah salah jalang yang kurang laku. Bukannya takut pada ancaman Angela. Angela itu hanya orang rendahan. Tak akan bisa menang melawannya. Toh dia merasa Ana pun tak pantas menjadi saingannya.
Umur Angela memang sudah tak muda lagi, pamornya makin tergerus oleh waktu dan kalah bersaing dengan pendatang-pendatang baru yang masih muda dan kuat. Makanya Gina lebih mempercayakan dia pada tugas-tugas diluar hal mengibur tamu.
Seperti menjadi pendamping anak baru seperti sekarang ini. Setidaknya Gina masih membutuhkan tenaganya disini. Jika tidak tentunya sudah lama Angela dikeluarkan dari Atmosfer.
Perdebatan mereka terhenti saat suara pintu terbuka mengalihkan perhatian mereka.
Beni, asisten Gina memasuki ruangan disambut semua mata wanita dalam ruangan itu.
" Hai nona-nona cantik, tugas menanti.." sapa Beni.
"Tuan Gerald mengadakan pesta perayaan bersama koleganya. Beliau memesan ruangan vvip kita dan memesan 10 orang. Tuan alex juga mesan 5 orang di ruangan vip biasa..." Beni menjelaskan beberapa rincian tugas yang diterimanya saat ini.
Tamu- tamu yang datang saat ini adalah orang penting dan yang terkenal loyal dalam memberi tips.
Mereka biasanya mengadakan pembicaraan bisnis dengan menjamu kolega-kolega mereka di atmosfer sambil dilayani para gadis-gadis cantik untuk memuluskan kerja sama mereka.
Beni kemudian berkeliling memilih-milih beberapa wanita yang menurutnya sesuai selera para tamu kehormatan Atmosfer.
Tentunya felicia yang pertama kali masuk daftarnya, disusul beberapa wanita-wanita cantik dikumpulkan bersama felicia.
Beni menghentikan langkahnya di depan Ana. Gina memberi instruksi untuk memasukkan Ana. Tapi dirinya ragu apakah tamunya akan komplain terhadap Ana yang dia tahu tidak bisa berinteraksi dengan orang lain.
Bagaimanapun ini adalah titah Gina. Maka jika terjadi komplain atau masalah maka Gina yang akan menanganinya. Toh, para tamu butuhnya hanya s*x bukan kemahiran dalam merayu.
" Kamu ikut." Tunjuk Beni pada Ana.
Wanita-wanita yang lain terkaget dan merasa tidak terima. Kenapa pemula seperti Ana dipilih untuk menemani para tamu elit Atmosfer. Apalagi Ana itu bisu, bagaimana dia bisa berbaur dan menghibur para tamunya nanti,?...