Dengan kuat ana menarik tangannya dari cekalan pegawai bernama ira itu. Ana tidak suka dengan sentuhan orang tersebut yang berniat mengintimidasinya. Tentunya tenaga ana lebih kuat dibanding wanita lemah itu. Ingin rasanya ana menyerang pegawai sok itu. Tapi ana tidak ingin saat rey tiba disini mendapatinya sedang bertindak bar-bar dan membuat keributan yang akan membuat rey malu. Ana harus menjaga nama baik rey. Tampaknya lebih baik menunggu rey diluar saja dari pada ada keributan lain yang ditimbulkannya. Tampaknya pegawai bernama ira itu sengaja mencari masalah dengannya. Tapi keinginan ana untuk tidak mencari masalah tampaknya tidak akan dikabulkan. Baru saja hendak ke pintu keluar. Suara Pegawai lain menghentikannya dengan sebuah seruan yang membuat ana merasa sangat terhina. " Se

