" Ayo kita berkencan" Rey berkata sambil tersenyum sumringah. Meraih tangan ana untuk di genggamnya. Ana hanya diam mengikuti rey disampingnya. Mereka turun menggunakan lift khusus yang hanya digunakan langsung menuju ke penthouse. Mereka berjalan melewati loby atmosfer yang saat ini tampak padat pengunjung. Dari mereka keluar dari lift ana merasakan banyak tatapan orang-orang yang berada di lobby tertuju pada mereka berdua. Ana berjalan dengan tegap dan cuek seperti rey. Rey sudah terbiasa dengan tatapan orang-orang padanya. Karena kehadirannya dimana pun selalu menarik perhatian orang. Berbeda dengan ana yang hanya terbiasa hidup di dalam ruangan lingkup tertutup. Berada di tempat ramai membuat d**a ana berdegup kencang karena rasa takut. Apalagi mendapat tatapan dari banyak orang.

