Bab 20

833 Kata
Ana menatap gina menggoda, menyunggingkan senyuman yang membuat gina semakin mabuk. Berlutut di depan gina, tangan ana mengelus-elus paha telanjang gina kemudian kepalanya menunduk ke bawah, menyerusuk pada pangkal paha gina. " Ahhh...ahhhh.." Erang gina nikmat dengan perasaan girang. Ini yang telah ditunggu-tunggunya sepanjang hari. " Ouwhh.." desisnya saat lidah ana mendarat di bagian intimnya. Belaian lidah ana terasa sangat nikmat. Lidah ana yang menjilat-jilati belahan pangkal pahanya. Kemudian membelai-belai klitorisnya. " Aaahhh...oughhh.... enaknya.. teruskan ana...oughhh..enakkk sekaallii" jerit gina menggilà. Tubuhnya menggelinjang-gelinjang menyambut setiap belaian bibir dan lidah ana di pangkal pahanya. Mata gina merem melek keenakan disertai desahan-desahan nikmat yang dikumandangkannya terus menerus. Tangannya meremas-remas rambut ana. Ana dengan semangat mempermainkan k******s gina, dia seolah sudah sangat tahu bagaimana mempermainkan benda itu yang akan membuat empunya berteriak dan menjerit nikmat. "Aaaassshhh..ssshhhhh..ahh.." Desis gina menggelinjang saat klitorisnya masuk ke dalam bibir ana dan dihisap-hisap di dalam bibir itu... Membuat nya berdenyut-denyut nikmat. Astaga..nikmatnya sungguh luar biasa..pertahanan gina runtuh.... Pelepasannya sudah berada di ujung. Hisapannya semakin kuat yang membuat gina menjerit kuat dan akhirnya mengejang manyambut puncak kenikmatannya. Napasnya tampak memburu. Walau tahu gina sudah mencapai puncaknya Ana tetap melanjutkan aksinya. Kali ini ditengah kegiatannya memainkan k******s gina. Dengan tangannya,ana memasukkan sekaligus tiga jari ke dalam liang Gina. Yang membuat gina melenguh mengerang mencengkeram rambut ana lebih kuat. Yang kemudian suaranya beralih menjadi desahan-desahan nikmat perlahan keluar dr mulut gina mengiringi jari-jari ana yang dikeluar masukkan di liang gina secara perlahan. "Aaahhh..aahhh..aaasshh...teruskan..ini sangat enak." Erang gina terus mengiringi hentakan jari ana yang semakin intens. Hentakan jari ana pun semakin lama semakin dipercepat.membuat sensasi yang dirasakan gina lebih nikmat. "ah.ah.ah.ah.." gina pun mendesah-desah semakin cepat seiring hentakan-hentakan jari ana yang semakin cepat dan keras menghujam liangnya. Membuat vaginanya berkedut-kedut cepat. "Oughh....lebih cepat ana...akhh. akhh masukkan lebih dalam...lebih keras..." Teriak gina menggila saat dirinya hendak menuju puncak kenikmatannya. Ana pun memghentak-hentak tangannya lebih kuat ke pangkal paha gina.. "Oughhh....Aaaakkkkhhh..." Erang gina panjang menyambut pelepasannya lagi di hentakan terakhir ana yang dalam dan kuat. Cairan menyembur dari vaginanya.membasahi tangan ana. Setelahnya gina menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi sambil mengatur nafasnya yang memburu. Napasnya masih menderu memburu dengan senyum kepuasan yang terpancar di wajahnya. Apakah dia sudah puas? Oh..tentu saja belum. Dia hanya jeda sebentar untuk mengatur nafasnya. Masa hanya dengan 2 ronde saja udah puas. Waktu yang terbatas harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mereguk kenikmatan sebanyak mungkin. Tanpa mereka berdua sadari ternyata sedari tadi ada seseorang yang telah membuka pintu dan mengintip kegiatan mereka. Orang itu telah mengintip kegiatan mereka sedari awal. Menyaksikan semua kegiatan mereka yang berbagi peluh bersama. Yang membuat si pengintip terus meneguk salivanya menahan gejokan hatinya. Hingga si pengintip merasa tak tahan untuk terus berdiam diri mengintip dari balik pintu. Berlahan dirinya masuk ke dalam dan memberanikan diri menegur mereka berdua. "Kalian tampaknya bersenang- senang..." sapanya dengan suara gugup memberanikan diri mengeluarkan suaranya. Tak ayal teguran si pengintip membuat gina terlonjak kaget. 'Sial..' umpat gina dari dalam hatinya. Ternyata ada yang berani masuk ke ruang kerjanya tanpa ijin. Karena siapapun yang hendak masuk ke ruangannya tak ada yang berani langsung masuk. Mereka harus mengetuk dahulu menunggu di luar hingga diijinkan masuk oleh gina. Gina terhenyak kaget melihat siapa gerangan yang telah berani memasuki ruangannya tanpa permisi "Felicia..kamu...." "apa yang kamu lakukan disini" "Berani sekali kamu masuk tanpa ijin" tatap gina marah menyerang felicia dengan pertanyaan yang bertubi- tubi . Awalnya dia menyangka 'orang itu' yang memasuki ruangannya. Karena hanya dia yang bebas keluar masuk kemana saja di seluruh penjuru atmosfer. " Maaf gina, aku hanya penasaran apa yang kamu lakukan pada ana" " Kamu sendiri sudah lihat kan sekarang apa yang sedang kami lakukan" " Lagi pula ini bukan urusanmu feli, apapun yang akan kulakukan pada ana tak ada urusannya dengan mu" tambah gina kesal. "Sekarang juga keluar dari ruanganku. Dan jangan memberitahukan siapapun apa yang kamu lihat ini. Jika hal ini menyebar kamu tahu sendiri akibatnya" tatap gina marah. Tatapannya menghujam felicia memberikan ancaman yang tidak main-main. " Tidak gina. Aku tak akan berani menyebarkan hal ini.. hanya saja..." Felicia menggigit bibir bawahnya. Tampak dirinya sedang ragu dan gelisah.tangannya tampak meremas-remas pakaiannya menunjukkan gestur bahwa dia sedang gelisah. Gina menyipit menatap felicia, tak biasanya wanita ini bertingkah begini. Felicia adalah wanita yang angkuh, sangat sulit mengendalikan wanita ini.karena dia tahu bahwa dialah primadona atmosfer. Hal itu membuat dia besar kepala dan suka menimbulkan masalah.apapun yang diinginkannya harus dipenuhi. Sedangkan saat ini yang berdiri di hadapannya seperti seorang wanita yang tak percaya diri, tak berani mengungkapkan apa yang dipikirkannya. " Apa mau mu felicia. Cepat katakan !!" Bentak gina tak sabar. Waktu terus berjalan. Waktu kebersamannya dengan ana sangat berharga. Dia hanya memiliki waktu yang terbatas bersama ana. Dan dia masih belum puas melakukan hal itu. " Aaa..a..a.kuu..aku.." gagap felicia mendengar bentakan gina yang mulai emosi. Felicia melirik pada ana yang masih berjongkok di bawah gina. Ana yang juga menatap felicia menyeringai begitu tatapan mereka bertemu. Felicia meneguk salivanya melihat tatapan ana padanya...sesuatu yang berusaha ditahannya di dalam hatinya semakin membuncah dan bergejolak.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN