Felicia berusaha menahan gejolak yang selama beberapa waktu ini terus menggerogotinya.
Membuatnya selalu membayangkan seseorang setiap bersenggama dengan para tamunya.
Membuatnya selalu berfantasi setiap malam di atas ranjang.
Orang itu lah yang saat ini menatapnya dengan senyuman menggoda. Membuatnya meneguk salivanya mendambakan bibir yang merekah itu...
Ohhh..astaga feliciaaa....ada apa dengan dirimuuu...kamu itu bukan penyuka sesama jenis. Batinnya memberontak berusaha untuk menahan diri. Memungkiri perasaannya ini. Pikirannya terus saling bertentangan di otaknya.
Ana berdiri berjalan menghampiri felicia. Tubuh ana yang telanjang bulat dengan rambut acak-acakan malah membuat dirinya terlihat begitu menggoda. Yang membuat darah felicia berdesir.
Begitu sudah berhadapan dengan felicia, ana menyapukan sekilas bibirnya pada felicia.
" Mau bergabung?" Ajak ana dengan suara sensual menggoda.
Felicia yang terkesiap dengan kecupan ana tadi hanya terdiam menatap ana tak menjawab.
Ana kembali melanjutkan aksinya.
Kali ini memagut bibir felicia, dengan lidahnya menggoda bibir itu agar berbuka.
" Ukhh..." Erang felicia disela ciuman ana. Erangan kekalahannya yang menahan gejolak batinnya. Dia sudah menyerah pada hasrat ini. Sudah tak bisa ditahannya lagi.
Bibir felicia terbuka membalas memagut bibir ana. Menghisap manisnya candu ana.
Mereka saling memagut dengan lidah yang saling menjelajah dalam rongga mulut mereka menimbulkan suara cecapan dari mulut mereka yang saling memagut.
Dari bangkunya gina ternganga kaget..mulutnya terbuka lebar dengan mata melotot kaget.
" Kamu juga felicia? Sejak kapan?" Tanya gina terkaget-kaget.
Felicia melepas pagutannya. Menjauhkan kepalanya dari ana.
Ditatapnya gina dengan penuh permohonan.
" Bolehkan aku ikut bergabung?" Pinta felicia penuh permohonan.
" Aku tak bisa menahan gejolak hati ini. Sejak dia menciumku di harem tempo hari. Aku jadi menginginkan lebih dari ana. Pikiranku selalu menginginkannya"
" Aku sudah berusaha menahannya gina. Sungguh... Tapi perasaan itu semakin bergejolak" imbuh felicia menjelaskan.
" Astaga.."dengus gina pusing. Kini bertambah satu orang yang terkena candu ana.
" Ya sudah. Hanya kali ini saja. Kamu harus memikirkan sendiri caranya agar kamu bisa terlepas dari ini"
"Ayo ke ruang istirahatku" ajak gina melalui pintu penghubung dari kantornya menuju ruang peristirahatannya yang tepat disebelah kantornya.
Ruangan itu dibuat hanya digunakannya untuk beristirahat jika dia mendapat pekerjaan yang menumpuk dan kelelahan.
Gina dan ana sudah langsung beegumul diatas ranjang. Begitu mereka sudah masuk ke kamar itu. Saling mencumbu dan saling membelai.
Felicia masih sibuk melucuti pakaiannya dengan terburu- buru. Dirinya sudah tak sabar untuk merasakan ana.
Setelah semua pakaiannya ditanggalkan. Tubuh telanjangnya segera menaiki ranjang beranjak mendekati ana& gina yang masih asik bergumul.
Ana merebahkan diri nya menyambut gina yang mulai mencumbui buah dadanya. Bibir gina mengulum p****g d**a ana yang sudah merekah keras.
Sedang felicia mengarahlan kepalanya pada pangkal paha ana. Dengan penuh damba lidahnya membelai belahan yang selama ini hanya bisa dibayangkannya dan kini ada nyata di hadapannya. Dijilat-jilatnya seluruh bagian pangkal paha ana pada setiap incinya.
Dan berhenti pada k******s ana. Mengecup benda itu.lidahnya menyodok-nyodok benda itu. Membuat ana menggelinjang dan mendesah-desah enak.
Desahan ana membuat felicia makin bersemangat untuk mengecap benda itu lebih intens.
Ana terus menggelinjang mendesah desah mendayu. Kedua bagian tubuh intimnya digerayangin oleh dua orang wanita layaknya orang kelaparan.
Tangannya mencengkeram rambut gina yang masih sibuk dengan kedua dadanya. Dadanya telah penuh dengan saliva gina yang mencumbui semua bagian dadanya dan felicia asik menggerayangi pangkal pahanya.
" Àkkhhh....ahhhhh..." Erang ana sambil menegang menyambut pelepasannya dengan nafas memburu.
Setelah mencapai pelepasannya ana beranjak duduk. Dan mendorong felicia hingga terbaring telentang
Menyeringai nakal pada felicia, ana berujar dengan suara serak "giliranmu"
Kepala ana langsung menyerusuk pangkal paha felicia.
Bermain- main dengan k******s felicia membuat wanita itu menjerit- jerit nikmat.
" Ah..ah..nikmatnya...ahhh anaa.ya..ya... disitu..ahh enakk.." Desah felicia terus meracau mengekspresikan kenikmatannya yang hakiki.
Ditengah desahannya gina memposisikan dirinya mengangkang di depan wajah felicia.
" Jilat..." perintahnya mendekatkan benda itu ke depan wajah felicia.
Felicia menjulurkan lidah membelai belahan yang terpampang lebar di depan wajahnya..lidahnya menari-nari disana sambil disela dengan erangan-erangannya menerima aksi-aksi ana dibawah sana.
" Aoughh...."erang felicia menjeda kegiatannya saat ana memasukkan beberapa jarinya kedalam liang k*********a membuat tubuhnya mengejang.
Kemudian felicia melanjutkan jilatannya diiringi desahan-desahan nya yang keluar setiap ana menghetak-hentakkan jari-jarinya yang berada di dalam liangnya.
Dua jarinya pun ikut dimasukkan ke dalam lubang kemaluan gina. Kecepatan jarinya pun mengikuti gerakan ana yang semakin cepat. Gerakan jarinya di dalam kemaluan gina pun ikut semakin cepat.
Gina yang berada di atas tubuhnya menggelinjang-gelinjang seperti felicia juga sambil terus mendesah-desah.
" Akhhh..ya..ya...lebih cepat ana..ohh ya..ya...lebih keras..ough.." jerit felicia saat dirinya akhirnya mencapai puncak nikmatnya dan pelepasannya.
Tanpa sadar dia menghentikan kegiatannya pada gina..
" Teruskan feli..aku sudah hampir sampai.." pinta gina meliuk-liuknya pinggilnya meminta rangsangan yang terhenti.
Felicia pun mengocokkan jarinya kembali didalam liang kemaluan gina dengan kuat dan tempo yang cepat.
" Ya..ya..teruskan ..lebih cepat..." jerit gina. "Ohh..ya..ohh..ya..lebih keras.." racau gina terus mendesah hingga mengerang panjang mengejangkan tubuhnya menyeburkan cairan saat puncak kenikmatan telah digapainya.
Gina menghempaskan tubuhnya terlentang diatas ranjang menormalkan nafasnya yang memburu.
Dibawah felicia ana masih melanjutkan kegiatannya yang membuat felicia menggelinjang dan diakhiri dengan Cairan yang menyembur juga saat nikmat itu digapainya lagi.
Ranjang menjadi basah oleh cairan cairan yang disemburkan mereka.
Dua manusia telah terpuaskan dahaganya saat ini.