Ana dan felicia kembali ke ruang harem setelah gina dan felicia puas menuntaskan hasrat mereka pada ana.
Sebelum mereka pergi dari ruang kerja gina, mereka sudah membersihkan diri terlebih dahulu.
Dengan raut wajah bahagia setelah dipuaskan oleh ana, felicia menggandeng ana kembali ke harem.
Apalagi gina kini menugaskannya untuk mendampingi ana. Menggantikan angela yang sebelumnya bertugas mendampingi ana.
Dengan memdampingi ana, felicia mendapat banyak kesempatan untuk bersama ana.
Sekembalinya mereka, angela menyambut mereka dengan berbagai macam pertanyaan apalagi ana kembali ke harem bersama felicia.
Felicia hanya menjelaskan bahwa kini gina menugaskan dirinyalah yang menjaga ana.
Hanya itu, tak perlu menjelaskan panjang lebar. Agar tak timbul masalah dikemudian hari.
Maka sejak itu setiap pagi felicia akan bebas masuk ke kamar ana. Dan b******u dengan ana sebelum mereka berkumpul di ruang harem.
Seperti pagi ini felicia masuk ke kamar ana.
Menghampiri tempat tidur dimana ana masih terlelap dalam mimpinya.
Perlahan felicia beranjak naik ke atas ranjang mendekati ana.
Tangannya meraih gaun tidur ana. Menaikkan gaun itu hingga diatas d**a ana.
Dibalik gaun itu ana tak mengenakan penutup lainnya.
Felicia langsung menuju d**a ana. Mengecup- ngecup d**a ana yang kencang. Meremas-remas benda kenyal itu pelan.
" Ahh.." erang ana langsung membuka mata. Mendapati felicia tengah menenggelamkan kepalanya di dadanya.
" Ahhh..." Erang ana kembali saat p****g dadanya dikulum ke dalam mulut felicia.
" Aku menginginkanmu" erang felicia kemudian menurunkan celana dalamnya.
Kemudian memposisikan dirinya sedemikian rupa dengan mengangkat satu kaki ana. Mempertemukan v****a mereka.
Kemudian felicia mulai bergerak menggesek-gesekkan vaginanya pada v****a ana.
" Ahhh..." Desah keduanya bersamaan saat gesekan itu dilakukan.
Ana pun ikut bergerak membuat kedua v****a mereka bergesekan menimbulkan sensasi kenikmatan yang berbeda dari kenikmatan sebelumnya.
Desahan demi desahan terus mengiringi gerakan mereka yang semakin cepat dan keras.
" Ah..ah.. ayo ana..aku sudah mau sampai" desah felicia sengan napas yang semakin memburu menghentak hentakkan lebih kuat vaginanya pada v****a ana. Hingga kemudian bersamaan dengan ana mengerang mencapai pelepasan mereka.
" Wow...ini sungguh nikmat." Desah felicia dengan nafas ngos-ngosan.
"Ayo mandi ana." Ajak felicia melepaskan gaun tidur ana. Dia pun melepaskan pakaiannya juga.
Setelah sama-sama bugil felicia menarik ana ke kamar mandi. Dibawah pancuran shower felicia pun kembali menyentuh ana. Dan mereka melakukan beberapa ronde selama di kamar mandi. Hingga felicia kehabisan tenaga tapi terpuaskan.
Mereka sempat beristirahat sejenak berbaring-baring di atas tempat tidur ana melepaskan lelah ssmbil memulihkan tenaga, kemudian setelah merasa cukup beristirahat felicia berdandan merapihkan diri serta mendandani ana juga.
Felicia senang dengan rutinitas barunya ini, seakan sedang bermain dengan sebuah boneka. Diapakan saja ana hanya menurut. Tak protes ataupun menolak perintahnya.
Setelah rapi mereka bersama-sama ke ruangan harem untuk berkumpul bersama yang lainnya seperti biasa.
Berkumpul di harem, menerima beberapa panggilan-panggilan tugas dari tamu.
Dan di waktu yang selalu sama ana akan selalu dipanggil gina.
Seperti saat ini. Seperti biasa beni akan masuk dan karena sudah tahu siapa yang dicari, felicia akan mengantarkan ana pada beni.
Kemudian mereka berdua pergi menuju ke ruang kerja gina.
Hingga suatu hari, saat beni dan ana baru saja keluar dari ruangan harem.
Dari arah belakang mereka ada seseorang yang baru saja tiba di tempat itu.
Seorang pria yang ketampanannya akan memikat semua wanita yang melihatnya. Dari pakaian yang dikenakannya saja sudah menunjukkan dari kalangan mana pria ini berasal.
Pria itu berhenti sejenak di depan pintu, mengamati dua sosok yang berjalan semakin menjauh itu.
Matanya menyipit melihat beni yang berjalan bersama seorang wanita menuju ruang kerja gina. Sosok wanita yang berjalan dibelakang beni menarik perhatiannya.
" Siapa wanita yang sedang bersama beni. Rasanya belum pernah melihatnya" ujarnya mengamati dua sosok yang berjalan semakin jauh.
Dengan rasa penasaran matanya terus memperhatikan sosok si wanita yang berjalan di belakang beni hingga sosok mereka hilang dari pandangannya.
Mencoba-coba mengingat sosok itu diantara wanita-wanita penghuni harem, tetap saja dia tak bisa menebak siapa wanita itu.
Dia memang tidak mungkin mengenali seluruh pekerja di atmosfer yang terdiri dari pekerja bar, pekerja dapur, hingga para wanita-wanita harem yang berjumlah puluhan itu.
Tapi sosok wanita yang bersama beni itu begitu mencolok, tubuh dengan lekukan yang indah dengan pinggang kecil dan tinggi yang semampai dibalik pakaiannya yang tipis serta kaki nya yang jenjang yang tak tertutup sehelai benangpun karena pakaian yang dikenakan wanita itu begitu minim.
Yah memang begitulah penampilan seluruh wanita penghuni harem. Karena memang tugas mereka harus menarik perhatian tamu dengan mengenakan pakaian- pakaian yang minim bahan dan menampakkan lekuk-lekuk tubuh mereka.
Hanya saja sosok wanita itu begitu membuatnya penasaran.
Tubuh itu begitu indah.Wanita dengan tubuh seindah itu tak mungkin luput dari matanya karena dia pecinta tubuh indah wanita.
Dibukanya pintu harem, dirinya langsung menjadi pusat perhatian begitu memasukin ruangan itu. Puluhan mata wanita di dalam sana langsung menatap ke arahnya.
Felicia yang berada tak jauh dari pintu menoleh melihat siapa yang baru saja memasuki harem.
Matanya membulat terkejut " tuan Rey..." Gumamnya pelan.
Matanya menatap pria itu dengan wajah terkejut dan terselip rasa cemas yang berusaha disembunyikannya karena kedatangan si pria yang tak terduga dan mendadak itu.