Bab 23

933 Kata
Mata pria tampan itu memicing menatap felicia yang tampak salah tingkah dan gugup. Padahal biasanya felicialah yang selalu paling semangat dan agresif menyambut kedatangannya, dia akan langsung menggelayut manja padanya disusul wanita- wanita lainnya. Sekarang wanita ini justru malah kaget dan menjadi salah tingkah seperti sedang menyembunyikan sesuatu. " Apa kedatanganku tak diharapkan?" Tanya pria itu sambil menaikkan sebelah alisnya matanya memicing menatap felicia dengan tatapan curiga. Tak biasanya kedatangannya hari ini mendapat sambutan yang tak meriah dari para wanita-wanita ini. Tampaknya ada yang sedang mereka sembunyikan. Pria itu adalah Reynard Blanc. Pria single dan tampan inilah owner sebenarnya Atmosfer. Para wanita harem biasa memanggilnya tuan Rey. Sang big boss diatas gina. Selama ini dia tak begitu sering terlihat di atmosfer karena dia lebih fokus pada bisnis-bisnisnya yang lebih besar, yang menuntutnya harus sering bepergian ke berbagai kota. Hal itu membuatnya tak bisa lebih memprioritaskan atmosfer, maka segala urusan tempat hiburan ini dipercayakannya pada gina yang merupakan orang yang bekerja sebagai bayangannya dulu. Disela waktu kerjanya yang padat dia akan menyempatkan dirinya mengunjungi atmosfer. Bersenang- senang di harem ataupun beristirahat di penthouse nya yang terletak di lantai paling atas atmosfer. Dia mendirikan tempat hiburan ini karena kecintaannya pada wanita. Dia adalah pria mata keranjang yang tak pernah puas hanya dengan satu wanita dan juga tak mau terikat hanya pada satu wanita. Dia ingin bwrsenang-senang dengan setiap wanita yang dia inginkan. Dengan mendirikan tempat hiburan seperti ini tentunya dia tak akan kehabisan wanita.dia bisa bebas memilih wanita manapun yang diinginkannya. Sambil menyelam minum air. Untung di dapat kenikmatan pun dapat. Sebenarnya tanpa menggunakan wanita-wanita di atmosfer pun dia bisa saja mendapatkan wanita manapun dari kalangan elit di luar sana dengan mudah. Hanya dengan paras tampan dan kekayaannya saja sudah membuat dirinya menjadi pria paling dicari para wanita yang berasal dari kalangan elit. Hanya saja dengan memiliki kekasih membuatnya jadi terikat pada satu hubungan. Sedangkan dirinya tak ingin dikekang. Ingin bebas menikmati hidup. Dia ingin bebas bertualang dari satu wanita ke wanita lain tanpa dituntut tanggung jawab. Maka atmosferlah jawabannya. Kedatangannya di harem biasanya selalu ditunggu-tunggu para wanita harem ini.. tapi sepertinya tidak untuk hari ini. " Tentu saja kedatangan anda selalu kami nantikan tuan. Tak biasanya anda datang secepat ini. Makanya kami terkejut mengira yang datang adalah orang lain" ujar felicia, menjawab dengan lugas pertanyaan pria itu. Dia berusaha mengendalikan keterkejutannya. Dan berusaha untuk bersikap biasa. " Tak biasanya anda datang lebih awal hari ini tuan" sapa wanita lain bergerak menghampiri rey. Yang secara berlahan yang lainnya pun ikut mengerubungi pria itu. Pria yang paling diidolakan para wanita harem. Diantara pria-pria muda tampan yang menjadi incaran para wanita single di kota ini, Reynard lah yang menempati tempat teratas. Maka tak heran jika para wanita harem berharap jika mereka bisa memikat hati sang boss. Namun harapan tinggallah harapan. Mereka hanyalah wanita rendahan pemuas nafsu pria. Tak mungkin seorang pria dari kalangan atas memilih mereka sebagai kekasih. Karena tuan Rey hanya menyentuh mereka tanpa perasaan , hanya s*x yang dia butuhkan dari mereka. " Siapa yang akan anda pilih kali ini tuan?" Tanya beberapa wanita berebutan berdiri di depan tuan rey, berharap dirinya yang dilihat oleh tuannya ini. "Hmmmm..." Rey memicingkan matanya menilai para wanita-wanita seksi dengan lekuk-lekuk tubuh terlihat jelas dibalik pakaian mereka yang tipis. " Pilih aku saja tuan." Rayu felicia menggoda dengan jari-jari lentiknya membelai-belai d**a bidang rey. "Hahaha..." Rey tertawa melihat antusiasme felicia. "berilah yang lainnya kesempatan feli. Kamu belum lama ini sudah dapat giliran" Felicia merengut kecewa dengan mencibirkan bibirnya sambil melangkah pergi meninggalkan kerumunan itu. Toh dia juga sudah ga ada harapan untuk bersama dengan bos tampannya itu. Dulunya felicia mengira dia memiliki harapan untuk menjadi yang special bagi tuan rey, bahkan menjadi kekasihnya karena seringnya pria itu memilihnya. Tapi tak ada bedanya dia dengan wanita lain.semuanya hanya harapan semu. Dia tetaplah hanya wanita penghibur bagi pria itu. Rey melihat-lihat dan memilih. Seperti sedang membeli barang. Akhirnya pilihannyà jatuh pada dua orang wanita. " Hayo sayang, ayo kita ke peraduan kita" dirangkulnya kedua wanita itu di masing-masing lengannya. Dengan senyum m***m. Tapi begitu dia hendak keluar dr harem. Rey tiba-tiba teringat dengan sosok wanita dengan tubuh aduhai yg dilihatnya tadi. " Oh iya, feli.." panggil rey menolehkan kepalanya kebelakang menatap felicia. "Ya tuan?" " Siapa wanita yang tadi baru saja keluar bersama beni" tanya rey menatap feli penuh tanya. Tampak terjadi perubahan pada ekspresi wajah felicia. Tapi dengan cepat wajahnya kembali menampakkan ekspresi biasa. " Oh....dia orang lama tuan, dia mendapat masalah dengan tamu. Makanya tadi dipanggil beni untuk menghadap gina" jawabnya dengan santai. " Oh ya? Siapa dia? Sepertinya aku belum pernah melihatnya. " "Mungkin anda lupa tuan. Disini ada puluhan wanita. Apakah tuan mengenal kami semua?" " Memang aku tak mengenal keseluruhan penghuni harem ini tapi mataku tak akan melewatkan seseorang yang memiliki tubuh indah seperti itu" jawab rey tegas. Felicia terdiam sambil mereguk salivianya tak tahu lagi harus berkata apa-apa. " Jadi, siapa dia?" Tanya rey sekali lagi. Tapi hanya kesunyian yang diterimanya. Felicia hanya diam menutup rapat mulutnya. Wanita yang lain pun tampak saling pandang dan hanya bisa menunduk. Karena sedari awal mereka sudah diperingatkan untuk tidak mengungkit tentang ana di depan tuan rey. Melihat mereka yang enggan buka mulut malah membuat rasa penasaran rey semakin bertambah. "Wah wah....ada apa ini? Ternyata ada yang sedang kalian senbunyikan dari ku ya?" Ditatapnya para wanita itu yang masih menunduk diamenutup rapat mulut mereka. Para wanita itu semuanya takut pada gina. Mereka takut dengan hukuman yang akan diterima mereka jika sampai rey mengetahui tentang ana. Tapi bagaimanapun rey adalah sang pemilik atmosfer. Hal ini semakin membuat mereka serba salah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN