Menyelami Perasaan

1353 Kata

“Istirahatlah,” kata Poine menunjukkan ruangan di sebelah kiri mereka. “Seingatku, tak ada ruangan lain di sini,” kata Ola. “Ingatanmu, bukanlah apa yang sebenarnya.” Poine mengedikkan bahunya. “Aku ingin berbicara dengan Maki terlebih dahulu,” lanjut Poine membuat Ola mengangkat bahu dan meninggalkan mereka. “Aku, tak punya banyak kesempatan untuk menemuimu. Aku hanya akan memberikan sedikit kata untukmu, agar semuanya terasa ringan,” ujar Poine. “Aku tak membutuhkan apa pun,” elak Maki. “Aku tahu. Kekuatanmu, adalah hatimu yang teguh, pikiranmu yang sederhana. Dan cinta. Itu semua tak perlu pengakuan, tak perlu diragukan. Aku hanya ingin bertindak sebagai orang tua yang seharusnya. Memberimu kesempatan untuk menjadi seseorang,” kata Poine. “Aku tahu semuanya terasa berat untukmu, p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN