Diambang Kematian

1451 Kata

Kupu-kupu mengepakkan sayap mereka berisik. Dengungnya memekakkan teliha Ola. “Ternyata kalian sudah mendengar ceritanya?” dengus Ola. Maki mengerjakan beberapa pekerjaan yang dia tinggalkan kemarin. Sementara Ola sibuk untuk menyiapkan beberapa bibit bunga baru. Jika bunga lama yang sudah layu tidak segera diganti, maka saat musim bunga selanjutnya kupu-kupu itu akan kekurangan serbuk bunga. “Ya … ya …. Diane kemarin ke sini. Dia tak sempat menenggok kalian karena kami sibuk berdebat,” bisik Ola. Daniel menghampirinya, “Katamu akan menunjukkan kupu-kupu tercantik dis ini?” Ola berbalik dan menatap anak kecil itu. Dia tersenyum. “Kemarin aku sakit. Baiklah, mari kutunjukkan siapa dia,” desisnya. Ola berdiri dan mencari jenis kupu-kupu dengan sayap besar dan berwarna coklat. “Kemari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN