“Setiap kali harapan untukmu tumbuh, dunia selalu menguji apakah hatiku sungguh-sungguh tetap memilihmu.” ... Senyum Leo terbit bagai matahari pagi saat ia membaca pesan yang baru saja masuk ke ponselnya. Dari Cindra. "Leo, kamu udah sarapan?" Ia melirik nasi goreng di piringnya yang tinggal separuh. "Belum," balasnya cepat. "Sarapan bareng, yuk? Mumpung Mama dan Ami lagi keluar, lagi senam sehat di alun-alun." Senyum Leo mengembang semakin lebar. Ia memanggil pelayan. "Tolong bikinin nasi goreng lagi. Taruh dekat kolam renang belakang. Saya mau makan di sana." Pelayan itu mengangguk dan langsung pergi. Papi Marlon dan Mami Renata yang duduk bersamanya saling pandang penuh tanda tanya. "Kamu mau sarapan di luar sendirian?" tanya Papi. "Ya, Pi. Leo kan biasa sarapan di sana." "T

