Leo tak bisa menyembunyikan senyumnya saat melihat Rara dan Vika yang sejak tadi tak berhenti mengambil foto di seluruh area rooftop. “Ehm… maaf ya, Leo. Kita memang senorak itu. Maklum, rooftop kost-an kita view-nya jemuran dan toren air,” ujar Tamy sambil tersenyum malu. Leo tergelak seketika—membuat Mbak Tari, yang sedang serius membolak-balik sosis di tungku, terkejut dan refleks mengusap dadanya. “Ah, enggak apa-apa. Biasanya orang yang baru pertama kali ke sini memang begitu,” sahut Leo sambil menggigit jagung bakarnya. “Jadi mereka sekarang jadi tim kamu?” Tamy mengangguk. “Mereka maksa minta direkrut. Katanya enggak perlu dibayar, yang penting bisa jadi teman kamu. Buat naikin derajat circle pergaulan katanya.” Leo kembali tertawa. “Tapi kamu udah bilang kalau semuanya harus d

