"Tunggu, apa yang barusan kau katakan padaku?"
Xynth melirik ke arah telunjuk jari Alpheratz yang berada di ujung bawah dagunya dan kini melotot ke arah Alpheratz. Sedetik setelahnya, ia langsung membuka mulutnya lebar-lebar dan menggigit jari Alpheratz dengan keras.
"Adduuh!" teriak Alpheratz secara tiba-tiba karena kesakitan. "Lepaskan jariku dari mulutmu, ikan piranha! Lepaskan jariku!"
Karena berusaha melepaskan jarinya dengan cepat, pria itu kemudian mendorong tubuh Fori yang dimasuki Xynth ke lantai. Tanpa sengaja, keduanya malah jatuh ke atas lantai secara bersamaan dalam posisi saling berhadapan atas dan bawah.
Alpheratz melongo ketika baru tersadar kalau wajahnya berada hanya beberapa senti dari wajah Xynth. Sedangkan Xynth melotot kaget melihat muka menyebalkan Alpheratz berada di dekatnya. Dengan kesal, Xynth segera mendorong badan Alpheratz ke samping dan kemudian segera berdiri untuk menendangi badan Alpheratz dengan jengkel.
"Berani-beraninya kau menyentuh wajah Lima Belas dengan genit, dasar pria c***l!" umpat Xynth dengan kesal.
"Apa salahku? Suster itu bahkan bilang kalau kau menyukaiku!" ucap Alpheratz membela diri sambil berteriak kesakitan.
"Ka-kapan aku suka padamu? Kau delusional? Aku saja baru mengenalmu!" seru Xynth dengan napas tersengal-sengal karena marah.
"Kau suka padaku," ucap Alpheratz dengan tampang tidak peduli. "Kau saja sampai memberikanku minuman dan makanan tadi di tempat jual beli aneh itu setelah meceritakan kisah hidupmu kepadaku."
"Maksusdmu mini market tadi? Aku membelikanmu makanan dan minuman lalu bercerita tentang kisah hidupku?' tanya Xynth dengan alis mata terangkat.
Lima Belas melakukan itu kepada Alpheratz? Xynth bertanya dalam benaknya sendiri. Kenapa dengan perempuan ini? Apa dia benar-benar menyukai makhluk Andromeda ini?
"Maaf, aku meninggalkan kalian cukup lama," ucap Suster Elsa mendadak muncuk kembali ke dapur sambil membawa seorang anak laki-laki kecil bersamanya. "Ada perkelahian antar anak tadi di lantai atas dan aku terpaksa harus memisahkan mereka."
"Duduk di sini, Rho, jangan nakal," ucap Suster Elsa kepada anak kecil bernama Rho yang kini memandangi Alpheratz dan Fori dengan tatapan asing.
"Dia salah satu anak yang tinggal di sini?" tanya Alperatz kepada Xynth sambil melirik ke arah anak bernama Rho.
Xynth mengangkat bahunya. Ia kemudian bergerak ke arah kursinya lagi untuk duduk tetapi Suster Fori mendadak menyalak ke arahnya.
"Kau tidak akan mengganti bajumu?!" seru Suster Elsa kepadanya sambil mengeluarkan satu per satu bungkus belanjaannya tadi ke atas meja dan meletakkan sebagian lagi di dalam kulkas besar di sana. "Kau tidak malu berpenampilan acak-acakan seperti itu di depan seorang pria terhormat seperti Alpheratz?"
"P-pria terhormat seperti Alpheratz?" ulang Xynth dengan tampang melongo.
"Ganti bajumu ke kamarmu!" ucap Suster Fori lagi tanpa mempedulikan kebingungan Xynth.
"Ehm, tapi di mana letak---"
"Cepat!" perintah Suster Elsa dengan tampang mengancam.
Xynth yang ngeri melihat wajah Suster Elsa yang galak pun kemudian bergegas meninggalkan dapur dengan asal dan kemudian berjalan di sepanjang koridor lantai satu dengan bingung. Isi kepalanya mencoba mereka-reka di mana tepatnya letak kamar Fori di bangunan panti asuhan sederhana itu.
Langkahnya mendadak terhenti ketika melihat deret foto yang terpajang di dinding ruang tengah panti asuhan tersebut. Pandangannya tertuju ke arah sebuah sosok anak laki-laki kecil yang sedang tersenyum lebar bersama deretan anak lainnya di dalam foto. Anak laki-laki itu terlihat berdiri berdekatan dengan Fori dan keduanya tampak akrab.
Jadi ... begini dulu kedekatan pemilik tubuhku saat ini dan Lima Belas? Mereka dulu memanggilnya Sega?
Xynth kemudian melangkah lagi menelusuri koridor tersebut dan sempat melihat beberapa anak kecil lalu lalang sambil menyapanya. Pria itu hanya tersenyum sekilas dan memutuskan untuk berjalan lagi. Namun karena mendadak teringat sesuatu, ia segera menghentikan langkahnya dan memegang bahu seorang anak perempuan kecil yang baru melintas dan menyapanya dengan riang.
"Anu ... gadis kecil, kau tahu di mana letak kamarku?" tanya Xynth kepadanya.
Gadis kecil itu terlihat kebingungan dan menatap ke arah wajah Xynth dengan heran. Namun kemudian ia mengarahkana telunjuknya ke lantai dua dan menunjuk ke arah sebuah kamar di deret kedua yang ada di lantai atas tersebut.
"Terima kasih," ucap Xynth dengan sopan sambil langsung meninggalkan anak perempuan yang bengong tersebut.
Tanpa menunggu lagi, Xynth segera melangkah cepat menaiki tangga untuk menuju ke lantai dua. Setelah tiba di sana, ia segera membuka pintu kamar di deret ketiga dan memasuki kamar mungil yang beraroma lemon di dalamnya.
Pria itu kemudian tertawa saat melihat situasi di bagian dalam kamar mungil Fori. Khas Lima Belas sekali, acak-acakan dan penuh dengan barang-barang yang diletakkan secara ceroboh.
Seperti bagian interior panti asuhan tersebut, kamar Fori juga dicat dengan warna putih yang seragam dan terlihat kaku. Meskipun begitu banyak warna-warna lebih ceria di bagian dalam kamar gadis itu.
Ada sebuah tempat tidur mungil dengan sprei berwarna biru dengan motif bintang berwaran kuning di atas tempat tidur Fori dan banyak boneka usang di atas tempat tidur gadis itu. Wajah Xynth tersenyum ketika melihat kumpulan boneka di kamar Fori yang penuh dengan warna itu.
Dia bohong saat di taman bermain, ternyata dia memang menyukai boneka. Ternyata mesin pencarian internet itu tidak salah seratus persen. Banyak wanita yang memang menyukai benda-benda berbulu dan penuh kuman seperti ini.
Pria itu kemudian melangkah menuju tempat tidur Fori dan mencoba berbaring d atasnya. Tubuhnya bergerak gelisah ketika ia berada di atas tempat tidur yang kurang empuk dan terasa dingin tersebut.
Apa selama ini Lima Belas hidup seperti ini? Dia selalu tidur di ruangan kamar dengan langit-langit kamar yang terlalu rendah dan ukuran kamar kecil seperti ini? Kasur di sini bahkan terasa keras dan tidak nyaman sama sekali.
Pria itu kemudian teringat ucapan Suster Elsa tentang masa kecil Fori dan iba kepada gadis yang tubuhnya sedang ia curi tersebut. Karena terus berpikir tentang hidup Fori yang malang, tanpa sadar ia mengantuk dan jatuh tertidur di sana dalam hitungan waktu yang singkat.
Pria itu baru terbangun lagi ketika langit sudah terlihat gelap dan saat ia terbangun, mulutnya langsung berteriak kaget saat melihat wajah Antares sedang menyeringai lebar di atas wajahnya. Dengan kesal, ia kemudian memukul wajah Antares dan langsung beranjak dengan cepat dari atas tempat tidurnya.
"Kenapa kau bisa sampai ada di sini?" teriak Xynth terkejut setengah mati.
"Apa maksudmu dengan aku ada di sini? Ini kan rumahmu sendiri?" jawab Antares kepadanya sambil mengelus-ngelus kulit wajahnya yang baru saja dipukul oleh Xynth. "Ah, apa kau berpikir kau masih berada di dalam tubuh Lima Belas?"
Xynth kemudian melongok ke bawah tubuhnya dan melihat kalau ternyata ia sudah tidak berpenampilan aneh lagi dan sudah kembali ke dalam dirinya yang asli. Ia kemudian menyentuh-nyentuh tubuhnya sendiri dengan girang dan bersyukur bisa kembali ke tubuhnya sendiri.
"Jam berapa ini?" tanya Xynth kemudian sambil menatap ke arah Antares dengan sengit.
"Sudah jam tujuh malam," jawab Antares ke arahnya. "Seharusnya saat ini kau masih berada di tubuh Lima Belas, tetapi kata Vega karena kau tertidur di tubuh Fori, kau kembali lebih cepat ke tubuhmu sendiri. Ternyata pertukaran ini bisa lebih cepat selesai jika kau yang jatuh tertidur dengan sendirinya."
Xynth tidak mendengarkan ucapan Antares. "Lima Belas sudah pulang ke sini?"
"Lima Belas?" ulang Antares bertanya kepadanya. "Tidak, dia belum pulang sejak bertukar tubuh denganmu sore tadi."
"Apa?! Jadi maksudmu dia masih bersama dengan makhluk Andromeda sialan itu di tempat pribadinya sampai malam begini?!" teriak Xynth mendadak.
"Makhluk Andromeda sialan itu maksudmu Alpheratz?" tanya Antares dengan bingung. "Dia sedang bersama Lima Belas saat ini?"
Xynth terdiam sejenak di tempatnya. Ia lalu secara tiba-tiba langsung mengambil jaketnya dan bergegas untuk pergi dengan cepat.
"Hey, Xynth, kau mau ke mana?" teriak Antares dengan tampang bingung. "Sebentar lagi jam makan malam. Kaisar akan marah kalau tahu kau berpergian keluar di saat kau belum benar-benar pulih seperti ini."
"Bilang kepadanya kalau aku sedang menjemput pulang Lima Belas dari panti asuhannya," jawab Xynth pada Antares dengan tergesa-gesa. "Lima Belas tidak boleh berlama-lama bersama dengan pria c***l itu! Alpheratz mungkin akan sekali lagi mencoba melakukan apa yang dilakukannya kepadaku tadi dan aku harus menghentikannya!"
"Memangnya apa yang dilakukan Alpheratz padamu tadi?"
"Menyatakan cintanya."