Aku hampir mengabaikan suara panggilan teleponku yang sepertinya berdering untuk kesekian kalinya. Rasanya masih sangat mengantuk dan aku butuh tidur lebih lama lagi. Ah! Aku lupa jika kali ini aku bukan berada di kamarku. Tanganku dengan cepat menggapai ponselku yang kuletakkan secara asal di meja yang terletak di sebelah tempat tidur. "Halo," sahutku dengan suara serak. Aku berdehem dan kemudian mengulangi sapaanku lagi. "Pantasan aja nggak diangkat-angkat. Aku di depan kamarmu dari lima belas menit yang lalu," ujar suara di seberang sana. Aku terkekeh dan kemudian mematikan ponselku. Kasihan Gara. Dia seharusnya tahu jika aku nggak seperti wanita pada umumnya yang bisa terbangun di pagi hari. Tanganku sudah akan menarik gagang pintu tapi segera kuurungkan saat melihat penampilanku

