"Kamu serius mau tidur di sini?" tanya Gara dengan wajah nggak yakin. "Kok kedengarannya kamu kayak nggak senang," sahutku sambil mencemberutkan wajahku karena dari nada bicaranya Gara seperti nggak menyukai permintaanku. "Astaga Aruna, nggak gitu. Aku cuma kaget aja kamu tiba-tiba datang terus mau tidur di sini. Ini nggak seperti kamu yang biasanya," katanya meluruskan tanggapannya tadi. "Jadi sebenarnya boleh atau nggak?" tanyaku dengan tatapan mata berani seolah sedang mengintimidasinya. Kali ini aku sungguh keterlaluan bersikap seperti ini. Mau bagaimana aku nggak tahu lagi malam ini mau menghabiskan waktu di mana. Di hotel? Nggak deh, adanya nanti aku malah meratapi kesedihanku sendiri. Nggak penting banget memikirkan orang yang nyatanya sudah nggak memikirkan aku lagi. "Tentu aj

