Pikiranku nggak tenang semenjak mobil Gara meninggalkan rumahnya. Perasaan aneh bercampur baur dan membuatku merasa panik. Apa benar yang aku lakukan saat ini dengan mempertemukan Gara dengan orang tua keduaku, Om Beni dan Tante Maika? Mendadak aku merasa ngeri sendiri. Rasanya aku sedikit menyesal karena semalam mengiyakan begitu saja permintaannya tanpa berpikir panjang. Ini semua pasti karena pengaruh cumbuan yang dilakukannya. "Apa mendadak ada panggilan kerjaan?" tanya Gara di sela suara musik yang mengalun pelan dari speaker mobilnya. Aku menggeleng dan berusaha tersenyum sewajarnya. Wajah tegangku sepertinya membuatnya penasaran. Aku ingin jujur dan mengatakan jika pertemuan ini ditunda saja sampai hatiku siap, tapi tentu saja aku tidak akan tega melakukannya. "Nggak ada," jawabk

