Rumah baru Gara ini terasa nyaman, terasa sejuk saat siang hari sehingga aku nggak memerlukan pendingin ruangan yang sudah terpasang di kamarku ini. Semua yang berada di rumah ini serba baru, dari tempat tidur, perabotan dapur, hingga kursi dan meja tamu. Dan lagi-lagi semua hal itu membuatku merasa nggak enak dengan Gara. Rumah ini adalah hasil jerih payahnya, harusnya dia yang menikmatinya, bukan aku. Semalam Gara pulang setelah memastikan aku telah tidur. Aku nggak tahu dengan pasti jam berapa dia pulang karena saat aku bangun tadi pagi, dia sudah nggak ada di sini. Pagi ini aku nggak mau merepotkannya dan mencoba memulai hari di rumah barunya ini. Di rumah baru Gara ini juga aku bisa bangun lebih awal dari biasanya. Mungkin karena aku tidur lebih cepat dan nggak mengalami insomnia,

