Aku menyimpan kuas untuk mengoleskan foundation kembali ke tempatnya dan menatap wajah calon pengantin yang berada di hadapanku, meneliti jika ada kekurangan yang harus kuperbaiki. Beberapa sudut wajahnya harus disembunyikan agar garis wajahnya terlihat lebih sempurna. Aku kemudian mengaplikasi contour tepat di bawah tulang pipinya dan sedikit pada ujung dagunya. Karena ini adalah hari lamarannya, aku tidak mengaplikasikan make up yang terlalu berat untuknya. Cukup merubah wajahnya tapi nggak menor. Gadis ini baru berumur dua puluh dua tahun, tapi karena calon suaminya akan melanjutkan pendidikan di luar negeri, mereka pun didesak untuk cepat menikah. Kadang aku sering menertawakan diriku sendiri jika sedang mendandani seseorang seperti ini. Tahun demi tahun aku mendapat klien yang berbed

