Di luar sana hujan terdengar mengguyur dengan derasnya. Dari balik jendela, beberapa kali terlihat kilat menyambar. "Hujannya deras banget," ucapku seperti berbicara pada diriku sendiri. "Untung aja rumah ini sudah selesai, kita jadi nggak kehujanan," timpal Gara. Aku menoleh sekilas ke arahnya dan kemudian pandanganku mengarah ke semua sudut rumah ini. Untuk rumah yang akan ditinggali, rumah ini masih tergolong kosong. Hanya ada beberapa perabot di setiap ruangan. Di ruang tamu ini hanya ada satu set sofa, kemudian dari sini terlihat jika salah satu ruangan yang mungkin akan dijadikan Gara sebagai kamar tidur telah diisi oleh sebuah kasur. "Mau lihat-lihat dulu?" tawar Gara karena melihat mataku yang tak lepas memandang sekeliling. "Boleh," sahutku bersemangat. Ah! Sepertinya aku ter

