Aku mengangkat kepalaku perlahan. Ucapan Gara tadi membuatku terharu. Aku menahan napas dan menatap wajahnya. "Bagaimana, apa sudah lebih baik?” tanyanya. Aku mengerjapkan mataku beberapa kali untuk meyakinkan Gara jika aku sudah merasa lebih baik. “Sudah jauh lebih baik,” sahutku. Gara menyeka area mataku sekali lagi dengan lembut dan menatapku dalam-dalam. Aku mengerjapkan mataku lagi dan di saat yang bersamaan Gara menyentuh wajahku dengan kedua telapak tangannya. Aku terdiam saat dia mengelus wajahku perlahan, di kepalaku dipenuhi berbagai macam hal. Tidak! Sepertinya aku nggak mungkin menceritakan kebenaran tentang siapa papa padanya. "Aku sudah baik-baik aja. Ayo kita temui Nala sekarang, dia pasti nyariin kamu," ujarku sambil menahan tangan Gara dan mendorongnya menjauh karena s

