18. Energy Booster

1543 Kata

Aku menahan tangan Gara yang menyentuh bibirku dan mendadak tubuhku merinding saat menatap matanya. Sorot matanya terlihat berbeda, begitu membius dan membuatku salah tingkah. Di saat rumahnya tidak ada satu orang pun seperti ini, dia seperti sedang mencari kesempatan. "Nala baik-baik aja, kan?" tanyaku cepat tanpa memikirkan apa maksud pertanyaanku hanya agar dia mengalihkan perhatiannya. Aku nggak boleh terjebak seperti biasanya. Dengan kondisi berada di rumahnya seperti ini, dia pasti sangat diuntungkan. "Sudah lebih baik," jawabnya. Wajahnya yang begitu dekat membuat embusan napasnya terasa menerpa wajahku. Aku tetap bertahan pada posisiku agar dia tahu aku tidak merasa takut dengan godaannya. Hanya….jika dia melakukannya secara terus menerus, bisa saja aku akan luluh. "Mandi sana,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN