-ERFAN- “Astaga, kenapa ini mendadak jadi kayak gini?” Aku panik dalam hati. Jujur, perasaan yang kurasakan kini menjadi sungguh tak biasa. Setelah tadi kepala Tias menubruk pundaku, sekarang malah kepala kami yang saling beradu. Aku sangat menyadari, kontak fisik antara pria dan wanita pasti tidak akan berakhir biasa saja seperti yang dibayangkan, meski itu hanya sekedar ketidaksengajaan. Pasti pada akhirnya, akan menimbulkan lagi percikan-percikan aneh yang terasa memenuhi ruang hati. Apa lagi hal tersebut terjadi pada kami. Mau dielak atau pun diakui, aku akan bilang, bohong jika dulu kami tak pernah ada rasa, meski hanya setitik. Aku pribadi pun sebetulnya tertarik padam Tias, tapi sayang sekali, Ayu tetap mendominasi ruang di hatiku. Aku tak berani melirik ke arah Tias, rasanya m

