-AYU- Aku sama sekali tak menyangka, Satya akan berbuat begini. Kukira waktu dipantai itu, ucapannya hanya basa-basi untuk menghiburku agar tidak sedih, karena akan ditinggal olehnya. Tapi ternyata, apa yang dikatakannya itu ia tepati. Sejujurnya aku terharu. “Makasih, Oppa,” ucapku sekali lagi. Sambil membongkar isi belanjaan yang di bawahnya. “Aku gak tahu kamu beli ini. Kapan berangkatnya? Tadi aku lihat kamu masih sibuk semir-semir sepatu,” kataku. “Aku belum tahu ya, aku bisa menghilang dan muncul tiba-tiba,” ucapnya bercanda. “Jangan ngarang!” responku ketus. “Tadi aku menyelinap, biar gak ketahuan sama kamu,” jawabnya. “Tuh kan bohong lagi,” aku tersenyum. Karena aku tahu Satya bukan tipe orang yang suka memberi kejutan semacam itu. Meski memang dia seringnya melakukan hal-ha

