-AYU- Angin pantai yang sejuk terus menerpa tubuh kami, kulihat dari kejauhan ombak hilir mudik berkejaran terbawa angin. Jujur, aku sangat bahagia. Baru kali ini selama di Bitung, mimpiku jadi kenyataan, pergi berdua setelah Satya jadi suamiku. Dulu saat SMA, jujur saja, kami pergi bukan lagi sering tapi hampir setiap hari ke mana-mana berdua, paling tidak saat pulang dan pergi sekolah. Tapi hari ini rasanya berbeda, apa lagi setelah kehadiran makhluk kecil di dalam perutku. “Kamu lihat perahu di sana, Ay?” Satya tiba-tiba bertanya sambil tangannya menunjuk sesuatu yang dia bilang itu adalah sebuah perahu. “Mana?” aku balas bertanya. Penasaran. “Yang di sana tuh!” jawabnya lagi, ia terus menunjuk dengan jarinya ke arah yang dimaksud. “Ah, mana sih?” tanyaku lagi, aku memang tidak

