“Iya, kamu gak usah ke mana-mana. Biar kau aja yang pergi!” Jawabnya dengan pipi yang masih memerah, ia salah tingkah. Buru-buru ia langsung ambil langkah seribu meninggalkanku begitu saja. “Imut banget. Lama-lama dia bikin gemes juga!” Gumamku dalam hati. Aku hanya bisa tersenyum memperhatikan tingkah laku istriku hari ini. -ERFAN- “Gue denger lu mau cabut dari kantor?” tanyaku sangat hati-hati. “Iya, Bos. Maaf,” jawab Aldo lirih. “Gak perlu minta maaf, Al. Itu kan hak lu. Cuma gue butuh penjelasan. Serius gue gak nyangka. Lu gak nge-prank gue kan?” tanyaku lagi. Masih mencoba bersikap santai. “Ini serius, Bos,” jawabnya tak berani menatap ke arahku. “Tapi kenapa?” tanyaku. Mungkin aku terdengar seperti mendesak, tapi aku memang butuh alasan yang pasti. “Soal aplikasi belajar itu

