-ALDO- Aku melihat layar ponsel, tak disangka Erfan menghubungiku. Aku kaget, sekaligus sedikit tak enak karena belum lama ini aku mengajukan surat pengunduran diri, bahkan mungkin di momen yang tidak tepat, Erfan masih di luar negeri. Ragu, antara mau menerima panggilannya atau mengabaikannya. Tapi jika mengabaikannya, fix, aku ini memang manusia tak tahu terima kasih. Aku ingat saat masih susah dulu, setiap semester harus mengantre di gedung rektorat untuk mendapatkan surat rekomendasi penangguhan biaya kuliah. Aku sudah tak peduli teman seangkatanku mencibirku seperti apa, yang penting aku bisa terus berkuliah sampai mendapat gelar Sarjana Informatika. Ketika aku hampir putus asa, karena kuliahku itu terkenal susah—susah masuk dan susah lulus, biaya pendidikan butuh banyak, belum la

