“Semua udah beres ya, aku balik ke Batalyon dulu bentar cuma apel sore, nanti aku pulang. Kamu mau titip apa?” tanyaku sambil membereskan kardus-kardus bekas pembungkus kulkas ke pojok ruangan untuk kubuang nanti. “Nggak ada,” jawab Ayu. Aku tahu ia pasti masih merasa tak enak soal kulkas ini. Padahal aku tak masalah sama sekali, toh sekatang atau pun nanti kami pasti tetap membutuhkan kulkas untuk menyimpan bahan makanan. “Bener nih?” tanyaku lagi. “Iya, kamu hati-hati aja nanti pas pulang,” ucapnya. “Oke, kalo gitu. Aku pergi sekarang ya,” kataku. Setelah itu Ayu mengantarku sampai pintu depan, setelah berpamitan, aku pergi. Rasanya sedikit berat, kalau sudah samapi rumah memang bawaannya males lagi kalau harus ke luar. Padahal aku pergi sebentar hanya stor muka pada Mas Su dan apel

