Bab 41

1398 Kata

-AYU- Aku datang bersama ember dan seseorang, yang selalu aku harapkan kehadirannya. Tak disangka saat aku datang—lebih tepatnya saat Satya datang, anak-anak seperti terhipnotis melihatnya. Tak aku pungkiri, meski Satya seorang calon tentara, yang sudah barang tentu matahari terik, debu, dan tanah sudah menjadi temannya sehari-hari, tapi, aku rasa, seumur hidupku, baru kali ini aku melihat sosok tentara seperti dia. Satya adalah satu-satunya prajurit yang penampilannya lebih mirip artis yang sedang memerankan sosok prajurit, dari pada prajurit itu sendiri. Pasti tahu maksudku, kulitnya wajahnya meski tidak seputih dulu namun tetap tampak terawat dan bersih, postur tubuhnya tegap, pakiannya rapi—meski aku tak yakin dia sudah mandi hari ini, namun aroma tubuhnya membuat betah orang yang be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN