Aku pulang menaiki sebuah taksi. Aku turun lebih dulu, sedangkan Kak Kirana tetap di dalam, karena masih harus melanjutkan perjalanan. “Hati-hati ya Kak! Makasih buat kopi dan waktunya,” ucapku, sesaat setelah aku turun dari taksi. “Iya, kapan-kapan kita ngobrol-ngobrol lagi ya. Oh ya, salam buat keluarga!” jawabnya. Setelah itu kaca mobil taksi tertutup, dan hanya berselang beberapa detik taksi pun pergi. Aku membuka gerbang rumah, langit senja dengan semburat warna oranye sudah tampak menghiasi angkasa. Aku tersenyum, merasa sangat terberkati dengan semua yang sudah terjadi padaku sejauh ini. Tiba-tiba saja aku teringat Satya, ia pasti sedang menikmati langit yang sama di dalam pesawat. Kulirik jam tangan, sepertinya sebentar lagi pesawatnya mendarat di tempat tujuan. Hanya butuh wakt

