bc

LOVE TRIP

book_age18+
0
IKUTI
1K
BACA
friends to lovers
versatile
comedy
sweet
no-couple
highschool
realistic earth
friendship
school
classmates
like
intro-logo
Uraian

Pernah berpikir merayakan ulang tahunmu berkali-kali dengan orang yang sama? Maksudku orang yang sama itu bukan sahabat perempuanmu ataupun teman-teman se-frekuensimu.

Orang yang berkali-kali yang ku maksud di sini adalah.. 'Mantan Mu' iya, Mantan.

chap-preview
Pratinjau gratis
MOPD (MOmen Paling Di kenang)
Sesosok laki-laki dengan dua gelas minuman ditangannya menghampiri seorang gadis yang tengah sibuk dengan buku berjudul 'Catatan Tentang Dia' menutupi sebagian wajahnya. Entah apakah gadis tersebut benar-benar membacanya atau tidak "Nih pesanannya, Matchalatte" suara laki-laki tersebut membuat gadis itu menurunkan bukunya. "Waaah makasih ya beb (nyengir)" gadis tersebut menghirup dengan rakus aroma Matchalatte yang menguar ke udara. Membuat seakan tubuhnya terasa ringan terutama isi kepalanya. Laki-laki itu tersenyum sembari menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis dihadapannya. Pasalnya ia sudah hapal atau lebih tepatnya terbiasa melihat tingkah laku ajaib gadis tersebut. "Besok lo ada acara?" Tanya gadis itu dengan busa matchalatte diatas bibirnya. Laki-laki tersebut berdecak sembari mengelap busa tersebut dengan jari tangannya "kebiasaan amat dah apa-apa berantakan" cibir laki-laki itu. "Jadi gimana?" Kekeuh gadis tersebut meminta jawaban segera. Laki-laki itu melipat tangannya sembari mengerutkan dahi nampak berpikir "Kayaknya sih free ya, harusnya" "Bagus. Kita jalan-jalan ya? Gue mau ke suatu tempat kayak di korea gitu, di Jakarta ada loh ternyata" celoteh gadis tersebut sembari menatap laki-laki dihadapannya. Laki-laki itu melotot mendengar pernyataan gadis dihadapannya "Eh, gue kan belum fix" "Oke, berhubung tempatnya outdoor dan luas, enaknya berangkat pagi atau siang ya?" Celoteh gadis tersebut sembari menscroll sosial medianya untuk mencari info. Laki-laki dihadapannya hanya menghela napas pasrah. Keesokan harinya gadis tersebut sedang bersiap-siap menunggu laki-laki itu datang menjemputnya. Ia melihat buku dengan judul yang sama seperti yang dibawanya kemarin di coffee shop, tergeletak di ranjangnya. Ia berjalan menghampirinya, mengangkatnya dan tersenyum saat membuka lembar pertama. *** 10 Tahun sebelumnya.. "Mohon perhatiannya untuk siswa-siswi baru SMA Angkara Bhakti.." Semua murid baru mendadak menajamkan telinganya harap-harap cemas, kini mereka bersatu padu berharap sesi MOPD kali ini cukup sampai di sini. Pasalnya matahari sudah mulai tenggelam secara perlahan begitupun semangat mereka yang menggelora sedari pagi, kian lama kian surut. Keringat membanjiri pakaian olahraga mereka. Gleeekk Gleek Glek Aaaahhh, Eeuuugg (sendawa) seisi lapangan serempak menatap satu titik fokus "Uuuppss, heheheh (nyengir)" Kenalin gue Neisya Roro Pradipta. Panggil gue Neisya tapi panggil Roro juga boleh asal nggak pakai Jonggrang ya. Gue bukan si php Roro Jonggrang yang meminta dibuatkan seribu candi dalam semalam, hanya untuk membuat laki-laki itu mundur telak. "Kamu yang sendawa push up 100 kali !!!" Suara nyaring dari toa ketua osis ibarat bunyi sangkakala seperti film Narnia and The Wardrobe. Lupakan. Neisya mengeratkan pegangannya pada botol bersoda memejamkan mata dan menarik napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya secara "Siaaalll" teriaknya tanpa suara. "Apa maksud kamu?!" Tanya Ketua Osis dibalik toa sekolah yang berbarengan dengan suara nyaring saat sinyal handphone kalian bersinggungan dengan microphone atau pengeras suara. "Suaranya ilang kali Ram" ucap Melviano alias Melvin, senior XI IPA 1. Kapten basket yang ganteng tapi jayus, tempat curhatnya si pangeran es yaitu Ketos SMA Angkara Bhakti itu sendiri. Rajendra Rama Adibrata, memberi toa sekolah kepada Melviano Dwi Satya. Kemudian berjalan ke tengah lapangan menuju seseorang yang berani-beraninya bertingkah di penghujung acara MOPD hari ini. "Merepotkan" gumam sang Ketua osis. Lapangan mendadak kosong karena sang pangeran es telah membekukan lapangan dan sekitarnya menjadi kutub utara di setiap pijakan langkah kakinya. "Haruskah kita beri backsound 'Let it Go' ?" Bisik Sinta saat Rama berjalan kearah mereka. Rama menjulang tinggi di depan Sinta dan berkata dengan suara bass nya "Ngomong yang kenceng jangan bisik-bisik" ternyata selain memiliki kekuatan untuk membekukan sesuatu, Rama juga memiliki pendengaran di atas rata-rata seperti karakter-karakter novel fantasi yang sering Neisya baca. Mata Rama menelisik berusaha menemukan sumber kekacauan hari ini dan Rama menyeret Neisya kelapangan dengan menarik kepangan rambut Neisya dan itu membuat Neisya memuntahkan sumpah serapahnya saat itu juga. Neisya berhenti mendadak ia menundukkan kepalanya di ikuti Rama yang sudah siap dengan kekuatan supernya membekukan sesuatu yang disentuhnya, uap es mulai menguar dari tubuh Rama "Woiii pelan-pelan dong, kasar amat sih jadi cowok. Dasar Bekantan !!" Neisya mulai mengangkat kepalanya dan ketika ia membuka mata, matanya berubah menjadi merah darah dan kedua tangannya mengeluarkan api seperti karakter vampire wanita di novel fantasinya. Sayang semua hal itu hanya ada di otak kecilnya. "Kenapa diam aja? Lo budeg?" Ketus Rama "Ayo maju kelapangan" katanya lagi yang diikuti Neisya sambil menundukan kepalanya. Di dalam hatinya ingin sekali membakar Rama hidup-hidup. "Perhatian semuanya ini contoh kalo kalian berulah lagi. Gak ada minuman bersoda selama MOPD, kalo sampai saya temukan lagi yang seperti ini, masa MOPD kalian akan diperpanjang menjadi dua minggu" ucap Rama tegas memperingati. Ucapan Rama membuat seisi lapangan riuh tidak terima "Apa kalian mengerti?" Teriak Rama dengan toa nya yang membuat semuanya mengangguk setuju. Rama mengakhiri pidatonya dan melirik Neisya "Hormat tiang bendera sampai semua temen lo pulang, terus beresin sampah-sampah bekas MOPD kalo lo mau pulang" perintah Rama membuat seluruh anggota Osis melongo tak percaya terutama Neisya. "Tttapi kak, itu lewat dari jam yang sudah ditentukan dong" protes Neisya keberatan. Namun Rama tidak mempedulikannya dan menyerahkan toa kepada anggota lainnya untuk acara penutupan hari ini. Neisya, tentu saja masih melaksanakan hukumannya dengan dendam kesumatnya. Dan sejak hari ini Neisya mendeklarasikan perang kepada Rajendra Rama Adibrata, si Pangeran es yang menawan. Hari sudah semakin sore dan menjelang malam, para anggota osis sudah merapikan tempat dan peralatan yang mereka gunakan sepanjang acara, merekapun berpamitan satu-sama lain untuk meninggalkan sekolah. Hal yang sama yang diinginkan Neisya saat itu juga, berharap salah satu anggota osis peduli padanya dan menawarkan tumpangan gratis. "Hmmmm" Neisya menghela napas masih memasang wajah cemberut saat memunguti botol-botol minuman yang berserakan dilapangan. Seseorang mengagetkannya dengan menempelkan minuman bersoda dipipinya. "Nih, gue gak sejahat yang ada di otak lo" Neisya terdiam memandangi Rama dan juga minuman bersoda yang disodorkan padanya. "Tenang aja gak gue kasih sianida" kemudian melemparkan minuman itu ke Neisya dan dengan sigap menangkapnya. "Kalo udah selesai langsung pulang. Gue gak mau disalahin guru atau bahkan kepsek kalo ada yang tumbang setelah MOPD" Neisya meneguk minuman bersoda yang Rama berikan dengan rakus tanpa peduli ocehan Rama yang menyuruhnya pulang. Rama berdecak melihat Neisya yang tak mendengarkan. Ia pun berinisiatif merebut kaleng bersoda tersebut dan mendekatkan wajahnya "Denger gak apa yang gue omongin tadi?" Neisya berdecak dan berusaha merebut minuman bersodanya dari tangan Rama "Coba ulangi dulu ucapan gue tadi" "Ck. Kak Rama ih siniin gue haus, tenggorokan gue kayak padang pasir digunung sahara gara-gara lo" cerocos Neisya kesal. Rama terus menjauhkan minuman Neisya sampai Neisya mengulangi ucapannya barusan "Boleh call a friend gak?" celetukan Neisya membuat Rama menyentil jidatnya. "Gak paham lagi dah gue sama lo" akhirnya mau tidak mau rama pun mendekatkan dirinya kembali dan mengulangi ucapannya dengan tambahan "Karena lo masih tanggung jawab gue, paham?" Neisya membeku tanpa berkedip dan tanpa sadar ia menahan napasnya saat harum parfum Rama menguar dan terhirup tanpa aba-aba. Ia merasa Bumi sedang tidak berputar pada porosnya, karena.. "Gue paham kenapa lo di sebut pangeran es, bau parfum lo kayak gak asing di indera penciuman gue" cicit Neisya. Rama memicingkan matanya berharap Neisya tidak mengatakannya. "Waaaah ini parfum yang dipake ponakan gue" Neisya menyemburkan tawanya seketika. Dan Rama bersiap-siap untuk pulang. Ia tidak ingin berlama-lama disekolah bersama manusia udik siswi baru tersebut, sebentar saja membuat kepalanya ingin meledak. Bersambung..

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.5K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.7K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
60.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook