Setelah melakukan pemeriksaan kandungan dengan dokter Wirya dan serangkaian tes lab, akhirnya Samiera memutuskan untuk pulang kerumah. Tubuh, hati dan pikirannya benar-benar lelah. Ditambah lagi ucapan dokter Wirya yang masih mengaung didalam otaknya, sungguh ia tidak akan bisa hidup tenang setelah ini. Samiera masih duduk di café yang ada dirumah sakit, ia memang ingin pulang tapi lebih dari itu merasa lapar saat ini. Jadilah ia memutuskan untuk makan terlebih dulu di café rumah sakit, setidaknnya ia tetap mengisi perutnya karena tidak hanya ia yang membutuhkan asupan gizi. Baru sesuap nasi yang masuk kedalam mulutnya, Samiera terpaksa menghentikannya. Bukan karena perutnya menolak, tapi karena ada orang lain yang duduk didepannya. Seingatnya ia tidak memiliki teman saat datang kemari,

