“Nyonya mau dimasakin apa?" tanya Asih pada Samiera yang baru saja menuruni tangga menuju ruang makan. "Yang kuah-kuah aja ya Sih, saya agi kurang selera makan" jawab Samiera mendudukkan dirinya dikursi meja makan. Samiera membalik-balik Koran yang ada ditangannya, membaca beberapa berita berisi wajah suaminya. Huda Adnan sebagai seorang CEO muda dari perusahaan telekomunikasi swasta ternama. Sosok yang sangat dirindukan sekaligus ditakutinya karena selalu saja mengucapkan kata-kata pedas untuk diri dan masa lalunya. Jarinya membelai lembut foto wajah Huda yang terpampang dihalaman depan Koran itu. "Aku merindukanmu mas, kami merindukanmu..." lirihnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Asih yang melihat kejadian itu lebih memilih diam dan tidak berkomentar, karena memang kondisi

