Bab 17

2172 Kata

Suasana di depan ruang operasi Samiera masih terasa begitu mencekam, Amiera sudah dilarikan ke ruang UGD karena kembali tidak sadarkan diri. Mendengar putrinya dalam keadaan kritis membuat tubuhnya hilang kesadaran. Huda pun masih menyandarkan kepalanya pada pintu ruang operasi, menunggu kabar dari dalam sana. Bisa didengarnya dengan jelas suara dokter Robert meneriakkan kata-kata 'shoot'. "Sayang maaf..." lirihnya sembari memukul-mukul dadanya. Ammar dan Hannah mengerti bagaimana perasaan Huda saat ini, sehingga mereka memutuskan untuk menghampiri putranya. Menenangkan Huda yang terus saja mengucapkan kata maaf dan menyalahkan diri sendiri. Hannah memeluk tubuh Huda yang bergetar karena menahan tangis tanpa suara, benar-benar kacau keadaan putranya saat ini. "Semua salah Huda, Ma...

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN