“Kamu yakin ingin melakukan ini?” Indri berdiri di samping meja kerja kecil di kamar Nindya sambil menatap layar laptop yang dipenuhi beberapa jendela data. Malam sudah cukup larut, tetapi lampu kamar itu masih menyala terang. Nindya tidak langsung menjawab. Ia sedang memperbesar salah satu file di layar. “Aku gak punya pilihan lain,” katanya akhirnya. Indri menghela napas kecil. “Kadang aku lupa, kamu ini guru atau detektif.” Nindya tersenyum tipis tanpa mengalihkan pandangannya dari layar.“Mungkin keduanya.” Di layar laptop itu terlihat kumpulan foto, rekaman suara, dan tangkapan layar percakapan yang sudah disusun rapi dalam beberapa folder. Semua berhubungan dengan satu nama yang sama… Ratna. Nindya mengklik salah satu folder yang baru saja ia buat sore tadi. Di dalamnya terdapa

