Pagi itu, suasana di kantor Ratna tidak setenang biasanya. Ia duduk di kursinya dengan punggung tegak, menatap layar laptop yang dipenuhi laporan-laporan yang semakin tidak sesuai dengan ekspektasinya. Beberapa angka terlihat janggal, dan pola yang sebelumnya stabil kini mulai berubah arah. Ia mengetuk meja dengan ujung jarinya, pelan tapi berulang. “Ada yang gak beres.” gumamnya. Ia membuka file lain, membandingkan data yang masuk dalam beberapa hari terakhir. Semakin lama ia melihat, semakin jelas bahwa ini bukan kesalahan biasa. Ada sesuatu yang sengaja digerakkan. “Ini bukan kebetulan,” katanya pelan. Ratna bersandar, matanya menyipit tipis. Ia bukan orang yang mudah panik, tapi kali ini situasinya mulai berbeda. Sesuatu yang ia bangun dengan rapi perlahan mulai bergeser dari kend

