Serangan Balasan

1130 Kata

Pagi itu dimulai dengan suasana yang tidak biasa di sekolah tempat Nindya mengajar. Beberapa guru terlihat berbisik-bisik di sudut ruangan dan tatapan yang biasanya hangat kini terasa berbeda. Nindya yang baru saja masuk langsung menangkap perubahan itu, meski ia belum tahu penyebab pastinya. Ia berjalan menuju mejanya dengan langkah tenang, mencoba mengabaikan suasana yang mulai terasa tidak nyaman. Namun, ketika ia membuka tasnya, sebuah amplop cokelat sudah tergeletak di atas meja. Tanpa nama. Tanpa keterangan. “Ada yang aneh,” gumamnya pelan. Ia membuka amplop itu perlahan dan dalam sekejap ekspresinya berubah. Beberapa lembar kertas berisi salinan dokumen dan foto-foto yang diambil dari sudut yang tidak biasa terpampang di dalamnya. “Nindya, kamu kenapa?” tanya salah satu guru yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN