Bab 36 - Jatuh Pingsan

1188 Kata

Di rumah kecil itu, suara panik pecah memecah keheningan. “Tolong—! Tolong ada yang dengar!” perawat Ibu Nara berteriak histeris sambil menopang tubuh Ibu Nara yang terkulai. Tangannya gemetar, keringat dingin membasahi pelipisnya. Ia mencoba menepuk pipi Ibu Nara pelan, namun tak ada respons. “Ibu… Ibu, sadar, Bu…,” suaranya bergetar, hampir menangis. Teriakan itu terdengar sampai ke rumah sebelah. Tak lama, langkah kaki tergesa menyusuri halaman. Pintu terbuka lebar, dan seorang pria paruh baya, kakak kandung Ibu Nara berlari masuk dengan wajah panik. “Ada apa? Kenapa ini?” tanyanya cemas. “Ibu pingsan, Pak,” jawab perawat cepat, napasnya tersengal. “Tadi sempat sesak dan pusing.” Tanpa banyak bicara, kakak Ibu Nara langsung membantu. Ia mengangkat tubuh adiknya dengan hati-hati,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN