Bye Harapan Baru

1694 Kata

Dengan ragu-ragu Bening melangkahkan kakinya menuju restoran tempat ia dan dokter Bagas akan bertemu, awalnya dokter Bagas ingin menjemputnya di kantor, namun Bening tolak mentah-mentah. Ia tidak ingin membuat kegaduhan satu kantor dengan kedatangan laki-laki itu, yang sedari mereka di Bali pun sudah dieluh-eluhkan bersama. Bisa geger kalau dokter Bagas ke kantor. Drrt drrt .... melihat nama ‘dokter Bagas’ pada layar ponselnya, berkali-kali Bening menetralkan deru napasnya sebelum menerima panggilan tersebut dengan sesantai mungkin. “Hallo dok, saya sudah di restoran yang dokter maksud. Baik dok kalau gitu saya naik.” Tanpa banyak basa-basi Bening mematikan panggilan tersebut sepihak. “Bening.” Melihat lambaian dari seseorang, siapa lagi kalau bukan dokter Bagas, Bening tersenyum simp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN