Sensasi pertama yang ia rasakan adalah pening menguasai kepalanya. Terlebih nyeri di tengkuknya. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali menetralkan cahaya yang masuk ke matanya. Revan duduk dan melihat sekeliling. Di mana ia sekarang? Ia terdiam mengingat memori yang seakan memaksa untuk di ingat. Saat ia sudah mengingat kejadian beberapa waktu lalu, ia langsung berdiri dan membuka pintu untuk menyelesaikan sesuatu yang tertunda. "Lepas, woi! Sakit!" Revan berhenti melangkah saat suara jeritan seseorang memenuhi indra pendengarannya. Ia sangat mengenali suara itu. Saat berada di depan pintu yang ia ingat tempat ia pingsan dan entah siapa yang membawanya ke kamar tadi, ia kembali mendengar suara Jessie seperti kesakitan. "b**o lo, ya! Rasain ini!" Revan langsung mendobrak pintu it

