Jessie mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Pikirannya hanya tertuju kepada satu orang, yaitu Amanda. Ia yakin, gadis ber-wajah malaikat itulah yang menyebabkan Cia seperti ini. Saat sudah sampai di depan rumah besar ber-cat putih gading itu, tanpa pikir panjang, ia keluar dari mobilnya. "Pak, buka!" teriak Jessie kepada salah satu penjaga rumah itu. Terlihat penjaga rumah itu berlari mengarah Jessie, "Mbak siapa, ya?" "Saya Jessie. Amanda ada 'kan?" tanya Jessie langsung. "Ohh, temennya non Amanda, ya? Ada ada. Bentar saya ambil kunci pagernya." Bapak itu berlari mengambil kuncinya. Tidak lama dari itu, bapak itu kembali dengan beberapa kunci di tangannya lalu membukanya. Belum saja pagar itu terbuka dengan sempurna, Jessie sudah lebih dulu masuk membuat bap

