bc

Kenapa Datang Lagi Sih?!

book_age18+
25
IKUTI
1K
BACA
HE
stepfather
sweet
bold
like
intro-logo
Uraian

"gimana hubungan kamu dengan Aska, sa?" tanya bos ku yang sudah ku anggap sebagai Abang ku sendiri.

"hmmm ya gitu deh bang, gak gimana-gimana". jawabku malas , sejujurnya aku sudah malas melanjutkan hubungan denga Aska.

"Abang sudah anggap larisa sebagai adik Abang sendiri, Abang mau kamu bersama orang yang lebih baik sa... Abang lihat Aska terlalu over protective kepadamu. Kamu sulit berkembang". sambung bang Rafly sembari melajukan mobil dijalanan kota Pekanbaru ini.

yap. kenalkan namaku Larisa Dewanti, gadis berusia 24 tahun. bekerja paruh waktu di sebuah toko bayi untuk melanjutkan kuliah semester akhir ku. Bos ku adalah suami dari dosenku, eh gimana? hahaha udah kayak sinetron ikan terbang yah... pokoknya gitu deh, paham kan?

aku cuti kuliah setahun, sedih sih... disaat teman-teman lulus tepat waktu aku masih harus berjibaku. Tapi syukurnya aku masih dikelilingi orang-orang baik.

cerita ini tentang jalan berliku untuk aku lulus kuliah dan menemukan pasangan hidup. dengan bumbu persahabatan yang somplak dan lingkungan yang absurd wahahaha

yuk lanjut baca kisah ku.. semoga kalian suka yaaaaaaaaa... luv luv

•larisa Dewanti

-PKU 301222-

chap-preview
Pratinjau gratis
[si posesif]
"yank aku main ke toko boleh ya?" pertanyaan Aska yang ga pernah ada bosannya. sepagi ini dia udah nelpon guys, astagaaaaa... aku aja belum kelar ngerapihin toko. "maaf deh ka, hari ini jangan ya. serius deh aku ga enak sama bang Rafly kalau kamu kesini terus" tolakku halus. sejujurnya aku sudah mulai bosan dengan hubungan toxic ini. "ah elah alesan doang kamu yank! aku yakin kamu mau ketemuan kan sama teman chat kamu di sss itu? siapa tuh Irfan , Irfan apa gitu? kamu kira aku ga tau kamu masih sering chat sama dia. alesan doang kamu belajar bahasa Jepang, bilang aja kegatelan" sungut Aska diseberang telpon. haaaaah sabar sabar Larisa cantik, ngadepin anak tunggal kudu sabar. sabar... ayo sabaaaaar "apaan sih kamu ga jelas banget ka? lagian nih ya kamu ga malu nyamperin aku mulu sedang kerja, kelihatan banget kamu ga ada kerjaan Aska. aku ga mau kamu makin minus Dimata orang terdekat ku". jawabku santai, malesin banget nih anak. "yaudah deh seterah!" "terserah Aska! Buk........an sete....rah" Tut Tut Tut... telpon Dimatikan secara sepihak. lega sih aku... kadang aku kelewat bego apaya bisa-bisanya ngarep seorang Aska bisa berubah lebih wise. Aska ini anak tunggal, mamanya nikah lagi. aku juga ga terlalu tau background keluarganya, setiap aku nanya Aska selalu mengalihkan. pernah aku tanya dia tamatan SMA atau SMK dia ragu jawabnya, aku sih ga masalah dia ga kuliah toh masa depan milik semua orang yang masih mau berusaha. Tapi Aska beda, dia agak males... ga gesit, lebih banyak santai menurut ku. sementara aku perempuan kuliah sambil kerja, semua aku kerjakan selagi halal. prinsip itu ku coba tularkan ke Aska tapi ga kunjung berhasil. Aska berpuas diri dengan kerjaannya di percetakan koran. Bukannya aku matre tapi aku berpikir realistis, kalau aku nikah sama Aska yang sekarang bisa-bisa aku bakal jadi tulang punggung bukan tulang rusuk. tiga tahun aku bertahan dengan Aska, sifat posesifnya makin menjadi-jadi. itulah alasan aku minta putus, setiap diputuskan dia bakal bertindak gila. pernah sekali aku putuskan dia nangis-nangis kerumah minta balikan dan sampai dia ngancam buat bunuh diri. gila kan? kalau kalian jadi aku gimana? bakal lanjut putus atau kasih kesempatan??? bingung kan..... ----------------- "sa, tumben pacar kamu ga kesini? kerja?" tanya bang Rafly yang lagi bersiap Ngantor sambil mantau buku penjualan. "bang, malu aku tuh sama Bu Vivin dan Abang. Aska susah banget bang dilarang, pagi ini dia ngambek karena aku larang kesini tapi yakin aku sorean dia nongol". keluhku kepada bang Rafly. "santai kali sa, Abang ga apa-apa selagi kerjaan mu selesai dan kamu jaga diri. ingat omset bulan ini ya sa, kalau capai target Abang ajak kamu dan kak Rita jalan-jalan ke pantai". jawab bang Rafly sambil berlalu. "okaaaaay bos! demen nih yang begini..... " balasku sedikit berteriak kegirangan. oh ya, aku kerja di toko ga sendirian. ada Kak Rita teman somplak paling ngeselin tapi dia baik siiiiih.... hari-hari di toko begini aja, Alhamdulillah setiap hari ada yang belanja dan aku selalu bagus dalam penjualan. makanya bang Rafly senang berpartner denganku. hahaha sore hari sesuai dugaanku si posesif datang, aku keluar dong menyambut dengan senyum (palsu). "loh datang juga ya? aku kira ngambek beneran dong" . canda ku mendekati Aska yang masih duduk dimotornya "kita duduk diluar aja ya, ga enak kalau didalam". lanjutku "ya maaf deh yank aku emosi soalnya kamu kayak ga seneng aku datang, niatku baik juga supaya kamu ada yang nemenin". Aska selalu saja beralasan "Aska denger ya, aku disini ada kak Rita. aku ga sendirian dan kalau yang kamu takutkan aku selingkuh, ya kali aku selingkuh sama emak-emak kamu lihatkan toko ini perlengkapan bayi dan melahirkan ya kali ada cowo seumuran aku masuk kesini." sumpah ini jawaban udah ribuan kali. "kamu ga ngerti yank perasaan aku ke kamu gimana, aku takut kehilanganmu". Aska drama banget deh. aku udah masuk di mode males debat, aku milih banyak diam. sampe Aska sadar aku bad mood and than..... "kamu kenapa masih chat sama Irfan? sama Elka juga? mana Elka manggil adek lagi ke kamu, seneng kamu banyak yang caper? oh atau kamu udah niat selingkuh dan ninggalin aku?" tuding Aska 'iya Aska aku udah niat banget, kalau bukan karena kamu mau bunuh diri udah dari kemarin kita bubar' dalam hati ku memaki Aska kampret. "Aska cinta itu seperti balon, semakin erat kamu menggenggam semakin cepat dia meledak, kamu paham? kalaupun pada akhirnya aku udahan sama kamu itu bukan karena orang lain, tapi karena kamu" aku berusaha tenang menghadapi cowo super duper posesif ini. "jadi mau kamu apa?" tantangnya 'PUTUS WOOOY' masih dalam hati, aku takut banget kalau sampai nyakitin orang pake lisan, aku takut diguna-guna. wkwk "ya aku mau kamu ga ngekang akulah, Elka itu temen dekat aku dari SMA wajarlah dia begitu. aku juga manggil dia Abang kok, dan Irfan itu teman lintas pulau yang sama-sama hobi anime dan tentang Jepang, cemburu mu ga beralasan aku ga suka kamu buka-buka fac*book ku kaya gitu". ungkapku tak berjeda, "aku mau kita break, buat instrospeksi diri ka" lanjutku "berapa lama?" jawabnya "sebulan!" dengan yakin dengan semangat aku menjawab hahaha "gila kamu?! sebulan bukan break yank ... kamu cuma ga bilang putus aja". si posesif mulai frustasi dan aku suka.... "yaudah gini deh 2 Minggu ya, 2 Minggu nya lagi evaluasi. kalau keputusan akhir kita nyaman masing-masing, kita jalani ya. cape aku ribut melulu ka, yang aku pikirin ga cuma masalah ini, aku harus mikirin skripsi ku. aku udah pengen banget lulus dan kerja sesuai ilmu yang aku pelajari" jawabku "oke aku setuju untuk break tapi enggak dengan jalan masing-masing" waduh si posesif kumat lagi..... "terserah deh ka, aku masuk dulu ya." pamit ku tanpa melihatnya, dan Aska pun memutar motornya dengan kasar sehingga memancing perhatian dari orang sekitar. malu malu malu aku maluuuuuuuu..... sambil misuh misuh aku masuk ke toko ---------------------------- "ngapa kau? kok cemberut, ilang lah cantiknya cewek si Aska ini ku tengok". sapa kak Rita gadis Batak tulen rekan kerja ku satu-satunya. "aku ikhlas kak kalau kakak mau gantika. posisi aku" pasrah aku mah "bah kelahi laginya kalian dek? Ndak bosannya kalian? aku aja bosan". "bosan banget kak, cape aku tuh.. terakhir minta putus dia teriak-teriak mau bunuh diri kak. jujur sekarang aku ga ada perasaan apa-apa lagi kak. udah hambar kaya udah ga peduli gitu lah sama mau dia apa". sesi curhat berlanjut sampai akhirnya bos ku pulang. "sa, hari ini lembur mau ya? ada barang datang nanti" tanya bang Rafly "wah mau dong, rezeki ga boleh di tolak". jawabku sambil menegakkan badan dan mengusap telapak kedua telapak tangan. "jangan diporsir ya sa tenaganya, ingat mengajukan proposal juga, kayanya bentar lagi bakal ada yang ngelamar". ibu dosenku (istri bang Rafly) ikut nimbrung. "tenang Bu proposal otw, lagian belum ada kok Bu yang mau ngelamar". jawabku sambil cengar-cengir "Aska loh sa.... masa mau gitu-gitu aja hubungan nya. umur kamu udah pantes nikah kok". sambung Bu Vivin (sebenarnya aku disuruh manggil kakak selama diluar toko, tapi lidah ku kaku aku ga bisa) "mau putusnya orang ini kak...." si Rita gurita ga mau ketinggalan ini. "loh kenapa? kan anaknya baik..." Bu Vivin heran "baik untuk beberapa hal Bu, dan baik doang ga cukup untuk membangun keluarga sakinah mawadah warahmah. aku bisa jadi burung dalam sangkar, posesif Bu. kaya pos ronda wajib lapor 24 jam" keluhku sambil mengganti baju manekin toko. herannya semua tertawa mendengar keluhanku "kau makan lah itu godok cinta deeeek" ejek kak Rita -------------------------------- Selesai mandi sore aku sudah turun ke bawah, aku selalu membawa pakaian ganti untuk lembur. dibawah sudah ada kak Rita dan bang Rafly yang sedang asik menghitung jumlah barang masuk sambil ngobrol. ku akui bos ku ini friendly, membuat kami nyaman membahas apa saja. Ditangga terakhir barulah dua insan yang sedang gibah ini sadar bahwa orang yang digibah sudah didepan mata. "udah ngomongin orang dibelakangnya?" tanyaku sambil mengambil hanger baju. "belum sih tapi orangnya keburu datang, ya kan ta?" jawab bang Rafly sambil memberi kode sandi sandi pramukanya (bercanda) "hmmmm mengapa banyak orang bahagia diatas penderitaan orang lain?" aku sedikit lebay untuk mencairkan suasana. kami pun mulai melabel barang dengan sesekali bercanda . pekerjaan ini terasa sangat ringan sampai akhirnya break untuk shalat magrib tapi sebelum itu bang Rafly ngajak gelud lagi "sa kawan Abang ada yang cari jodoh, cari istri" ungkap bang Rafly sambil nyusun pakaian "kak Rita tuh bang yang jomblo" jawabku singkat padat pasti "dia nyari orang Jawa sa, maaf ya ta ini permintaan orangtuanya" ulas bang Rafly takut Rita gurita tersinggung "aku pun belum niat nikah bang" kak Ita songong amat wkwk "terus hubungannya sama aku apa bang?" tanya ku balik "Abang rasa kalian cocok, kenalan ya nanti malam dia main kesini". wah wah kalau si posesif tau bisa gawat ini "ya kalau kesini mau belanja ga apa-apa sih bang... Monggo...."jawabku sambil menuntaskan pekerjaan.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
66.7K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook