seperti yang dikatakan bang Rafly sore tadi temannya jadi datang. Tapi yang datang ini kok bareng cewe ya? oh mungkin beda orang, ga mungkin kan udah punya cewe atau istri masih nyari jodoh lagi pikirku. secara malam ini malam Minggu, wah wah pantes nih Aska ngambek aku ajak break hahaha sampe lupa hari loh aku gegara ngejar rupiah.
Mulai dari mereka datang, aku masih asik dengan kerjaan ku. aku lagi buat paper bag dari kertas kado, tiba-tiba bang Rafly nyuruh aku untuk bantu temannya ini milih hadiah buat anak temannya. cuan ini! ga bisa diabaikan, aku pun mengerahkan segala rayuan gombal khas sales supaya si Abang yang ga ku kenal ini tertarik belanja yang banyak. kalau dilihat dari gayanya sih kayaknya mampu untuk beli lebih dari satu. hehehe
akhirnya jatuh lah pilihan sebuah pada dress dan sepatu yang Alhamdulillah harganya lumayan. oh senangnya akuuuuu... meskipun bukan toko pribadi ku tapi aku merasa bahagia ketika ada barang laku.
saat aku melipat baju suasana hening berubah menjadi mendebarkan, bang Rafly tiba-tiba mengenalkan aku dengan si Abang. aduh aku takut dikira bibit pelakor ini, bang Rafly ga ngira-ngira.
"sa, berhenti dulu kenalin ini teman abang. namanya mas Agus, Jawa kenalin ini adek saya Larisa". ucap bang Rafly
"hai Larisa salam kenal". si mas Agus menjulurkan tangannya
"oh halo mas Agus, Larisa salam kenal kembali". jawabku sambil menjabat tangannya, kok aku deg degan ya.
dulu sama Elka nih aku begini. yap aku pernah cinta mati sama Elka pas SMA. tapi karena aku masih burik Elka gamau. wkwkwk
back to reality!
aku pun melanjutkan pekerjaan ku, mas Agus minta baju dan sepatu tadi dibungkus ternyata untuk anak temennya. baik juga pikirku.
saat membungkus kado tersebut aku tanpa sengaja melihat mas Agus mencuri pandang ke arah ku. risih dong dilihatin begitu mana dia kesini bareng cewenya lagi.
'ih ganjen kenapa juga ngelihat begitu amat, ga sadar apa bawa cewe' batin ku
'dasar jelalatan, kasihan kamu mbak' miris ku dalam hati.
setelah selesai membungkus aku pun menyerahkan kepada mas Agus.
"hmmm maaf mas, ini kadonya sudah selesai". dengan senyum ramah ku informasikan kepadanya.
"oh ya mbak, berapa total semuanya?" jawabnya sambil mengambil dompet dari saku.
"355.000 mas, free kertas kado" kataku lagi
"ini mbak uangnya" mas Agus menyerahkan uang 400.000 kepada ku. akupun mengambilnya dengan sedikit membungkukkan badan.
"ini mas kembaliannya 45.000 lagi, terimakasih ya mas. semoga murah rezeki dan belanja lagi". ujarku seraya memberi kembalian.
"aamiin, terimakasih mbak sa". jawabnya tak kalah ramah.
diam-diam aku memperhatikan perempuan yang dibawa mas Agus. ini sebenarnya siapa sih, kok dia santai aja lihat mas Agus sedikit jelalatan. kok bukan dia aja sih urusan bayar membayar atau lebih cerewet saat memilih. aku jadi kepo. mesti aku pastikan ini sama bang Rafly, tapi bang Rafly ga boleh tau kalau aku kepo. hahaha
mas Agus dan teman perempuannya tengah asik ngobrol dengan bang Rafly, sesekali aku dilibatkan dalam obrolan. aku pun berusaha untuk bisa 'connect' dengan obrolan mereka. sesekali kami bercanda, dan tentunya aku sambil melipat kertas-kertas kado kesayanganku. biasanya setiap weekend insyaallah customer rame beli kado.
------------------------------
"gimana sa teman abang tadi?" tanya bang Rafly kelewat to the point.
"gimana apanya bang?" tanya balik dong hahaha
"kamu ini kebiasaan ditanya malah balik nanya. menurut mu mas Agus gimana sa?" ngotot banget ini Abang-abang
"menurut ku baik, dan yang penting dia belanja bang. ga cuma numpang malam mingguan". jawabku sambil duduk di sofa
bang Rafly pun mengambil kursi santai lalu duduk tidak jauh dariku
"Agus itu baik sa, sudah mapan. lagi cari jodoh, kamu ga mau? seperti nya kalian cocok". bang Rafly mode serius
"Abang aku masih ngotak kali bang, ga mau aku jadi duri dalam hubungan orang". ga kalah serius aku tuh
"sembarangan kamu ini, kamu pikir semua orang yang berlawanan jenis jalan berdua di malam Minggu itu pacaran atau sepasang suami istri?" bang Rafly tau aja jalan pikiran sempit ku
"100 untuk Abang. tau aja sih yang aku pikirin". jawabku lagi
"sa, kamu lupa siapa abang?" dih sombong dia
"tau aku, Abang ayahnya Alila dan alisha, suaminya Bu Vivin dan my Big boss". jawabku memancing keributan
"larisaaaaa Dewanti..... Abang serius kenalan ya kalian". mulai maksa nih
"Abang kan tau aku udah ada Aska , aku
fokus kerja sama kuliah aja dituduh selingkuh. dituduh mau ninggalin dia, gimana kalau aku beneran kenalan sama orang baru? cape aku bang ribut mulu". jawabku sambil curhat colongan.
tapi jujurly aku Emang bosen banget sama Aska bukan karena dia ga mapan, sifatnya terlalu kekanak-kanakan dan egois bikin aku lelah hati.
"putusin aja lah sa, Aska emang baik tapi Abang lihat ga cocok sama kamu, jadi fix ya kenalan". bener-bener deh bos ku ini, aku dijadikan proyek perjodohan.
"tau ah bang... males aku" jawabku sambil lihat ke arah jalan.
biasanya sih Aska pasti bakal diam-diam mantau aku. aku ini beneran kerja atau ga. pernah ke gape soalnya dia ngeliatin dari sebrang jalan tapi aku pura-pura ga tau malah asik ngeladenin customer ku.
-------------------------
hari ini aku kedatangan keluarga dari kampung paklek buklek dan Mbah ku. tapi mereka ga lama sih, nginap semalam doang. cerita ngalor ngidul dengan keluarga adalah best moment bagiku. oh ya hampir lupa, aku ini berasal dari keluarga yang sangat sangat besar, keluarga yang super super duper sederhana, jauh lah dari kata tajir. tapi Alhamdulillah aku bersyukur Allah masih berkenan kasih aku kehidupan yang layak meskipun jika ingin sesuatu aku harus meres keringat dulu, ce ileee... beneran deh soal itu. di kampus aku suka ngerjain tugas teman ku yang malas tapi banyak duit, tugas teman ku yang cantik tapi rada oneng. itulah hidup selalu timbal balik kan. susah senang, kaya miskin, sehat sakit dan lainnya. intinya harus tetap bersyukur kan guys.
oke back to real life!!
"sa, cowok mu kok ora teko Tah? lelek arep kenalan. ganteng koyo e, kok gelem Karo Koe?" tanya lek Agus. paklek ku yang umurnya ga jauh dari aku.
kebetulan aku berteman di sosial media, otomatis dia tau perkembangan ku disini termasuk 'pacar'. kalian pasti ga percaya kan, Aska itu suka banget masukkin fotonya ke akun ku, seolah aku yang upload. segitu posesif dan over protective, cenderung sakit jiwa. duh, maaf ya Allah...
"Yo gelem aku kan cuantik lek..." jawabku singkat
"tapi koyo e Koe seng bucin sa, Ben ndino update status tentang cowokmu, upload foto cowokmu" selidik lek Agus setengah meledek.
"Ojo ngadi-ngadi kalau ga tau lek" pungkas ku sambil mengacungkan garpu, yap kami ngobrol sambil makan.
"idih ambekan.. tak doain putus baru tau" kata lek Agus "sa minta nope mu lah" katanya lagi
"aamiin deh lek kalau aku putus. ga zaman nope lek, Ra nduwe. wa baru punya" kataku
"gundulmu! Yo Podo iku...." jawab lek Agus sambil noyor jidat ku "aneh kok Eneng uwong di doake putus malah seneng, cah gendeng" sambung lek Agus lagi.
"uwes ah kalian kalau ketemu ya mesti berantem" kata buklek ku menengahi, sementara para tetua asik ngobrol dan sesekali tertawa mendengar kami yang berantem.
aku pun memberikan nomor ponsel ku. keesokan harinya keluarga ku balik. oh sedihnya..... Alhamdulillah ada hp kan, jadi bisa menjalin silaturahmi meski jarak jauh.
-------------------------------
"Assalamualaikum ya ahli kubur.......!!" kataku teriak disamping kak Rita.
"kurang asam! adek si*lan! kaget aku!" kata kak Rita marah
"astaghfirullah istighfar dong Rita gurita " goda ku, memang adik ga ada akhlak aku ini.
"kau buat kaget aja, kau kira aku mayat dalam kubur?" balas kak Rita
"hahaha santai sister, bercanda doang. assalamualaikum kak Rita cantikku sayang" kataku sambil memeluk kak Rita gurita
"waalaikumussalam, kok kayaknya lagi senang kali kau ku lihat?" selidik kak Rita
"senang dong aku kak, masih dikasih nafas sampai hari ini" jawabku sambil kedip mata
kak Rita pun geleng kepala kemudian pergi ke lantai atas. yap tugas kak Rita hanya nunggu aku sampai, karena bagian dia shift malam. kak Rita Sedang kuliah semester 5 dia masuk pagi, sementara aku? kalian tau lah... aku mahasiswa yang sedang cuti. hiks
akupun mulai mengerjakan pekerjaan ku satu persatu. berharap hari ini penjualan lebih baik.
sampai siang hari tiba, aku mengeluarkan bekal dan handphone ku lihat ada sebuah pesan masuk.
08218852**** : assalamualaikum nduk
aku heran sampai dahi ku berkerut, ini siapa manggil nduk . ga pernah ada nih, oh kayaknya lek Agus. karena cuma dia yang baru save nomor ku, dengan PD aku balas sekenanya.
larisa_dewanti : waalaikumussalam lek
lama ga ada balasan aku kembali menyimpan ponselku ke dalam tas dan melanjutkan makan.
hari ini Alhamdulillah pekerjaan ku lancar. aku juga bisa pulang tepat waktu. oh nikmatnya hidup penuh perjuangan... aku yakin diluar sana masih banyak orang yang hidupnya lebih berat daripada aku. pasti mereka juga berjuang Sangat keras. aku ga boleh nyerah, aku harus kuat demi cita-cita ku. aku harus menjadi sarjana, aku harus bisa bekerja. aku harus bisa membantu ibu ku, sebelum aku menikah.
tidak terasa aku sampai kerumah dengan berjalan kaki. sampai dirumah aku ga langsung mandi, merebahkan badan dikasur busa yang lumayan empuk hasil nyicil pakai uang gaji les privat. aku melihat ada pesan masuk sepertinya lek Agus udah balas pesan ku.
08218852**** : lagi apa nduk?
larisa_dewanti : baru pulang lek, istirahat. lelah hayati
08218852**** : ok nduk, met istirahat
larisa_dewanti : lah tumben perhatian bgt. btw Suwon
dan dah sampai disitu aja. aku pun bergegas mandi, ga mikir aneh-aneh soal chatnya lek Agus. damai banget rasanya break dari Aska. ga ada yang ngatur dan ngekor.
--------------------------
keesokan harinya......
"assalamualaikum Bu, bang... " sapa ku ketika masuk toko melihat dua orang yang berjasa dalam perjalanan hidupku
"waalaikumussalam sa" serempak mereka menjawab, so sweet memang
"udah pada mau berangkat ya Bu?" tanya ku
"iya nih , tapi Abang belum masih 1 jam lagi" jawab Bu Vivin
"oke deh take care Bu, aku mau ke belakang dulu" pamit ku mengambil peralatan tempur. apalagi kalau bukan sapu, pel dan kawan-kawan
pergerakan kaki ku berhenti ketika sebuah pertanyaan menginterupsi.
"ciyeee yang udah chat an...." ucap bang Rafly sambil cengengesan
"siapa bang?" tanyaku polos
"ya kamu lah sa, siapa lagi?" jawab bang Rafly
"aku ga chat sama siapa-siapa kok bang" jawab ku
"duh iya deh yang udah ada panggilan sayang Tapi ga ngaku udah chat" balas bang Rafly
aku melongo sambil mikir keras, sumpah kaga paham aing
"au ah, ga jelas pagi - pagi" aku pun melengos lanjut jalan lagi. namun belum jauh ada kalimat yang bikin jantung ku kaya naik roller coaster
"lek Agus, nduk .. hahahhahahaaaa entah apalah kalian" kata bang Rafly lagi
aku pun Balik badan dan melangkah ke arah bang Rafly yang sedang mainan handphone.
"Abang tau dari mana? itu isi chat ku memang sama paklek ku bang. lek Agus yang kemarin datang" tanya ku penasaran. ga mungkin bang Rafly temenan
"jadi kamu pikir yang nge chat itu paklek mu? wahahahahahahaaaaa komedi banget ini . kasihan banget si Jawa hahahhahahaaaa" balas bang Rafly sa sambil terpingkal-pingkal sampai matanya berair
" ma.. maksud Abang? Jawa Jawa siapa?" tanyaku gugup. m*ti aku kalau ternyata yang wa itu si mas jelalatan
"ya masa ga paham sih kamu, ya mas Agus lah!" tegas bang Rafly sambil mengusap sudut matanya
"astaghfirullah.......... malu..... malu seriusan aku malu. aku kira itu paklek ku karena dia baru saja minta nomor ponsel ku" jelasku lagi, "eh tapi tunggu darimana mas Agus Jawa itu tau nomerku?" tanyaku dengan menyipitkan mata
"menurut mu? hahahaha" jawab bang Rafly sambil berlalu
akupun mengetuk-ngetukan jidat ke meja kasir. astaghfirullah mau gimana nanti kalau aku ketemu mas Agus Jawa itu. eh tapi kenapa aku harus ketemu lagi. emang dia bakal main kesini. ah udah lah biasa ajalah. lagian sih dia sok akrab banget manggil "nduk" kayak udah dekat aja..... aku menyudahi aksi merutuki diri atas pemikiran sempit ku
lagian nih ya Asal kalian tau, dihidupku banyak banget yang namanya Agus. 1 Agus Abang kandung ku, 2 Agus paklek ku, 3 Agus suami sepupu ku, 4 Agus adik ipar paklek ku dan nambah lagi Agus ini. hidupku penuh Agus.
hari demi hari aku lalui tanpa gangguan Aska, dia benar-benar menuruti mau ku. aku nyaman banget 'being single' gini. aku bisa lebih produktif tanpa memikirkan aksi ngambek Aska. toh aku juga ga ada berinteraksi dengan Elka maupun Irfan. eh tunggu, benar juga ya udah lama mereka ga mampir di sosmed ku. ya sudah deh mungkin juga pada sibuk.
"sa, besok kita ngampas ya. promosi produk ke toko lain, jemput bola sa. kali aja banyak yang minat. karena Abang dan mas Agus ada rencana untuk produksi brand sendiri" kata bang Rafly sambil bersiap ke kantor
"oke bang, dengan senang hati" jawabku ala-ala pelayan istana.
eh tunggu .. dan mas Agus? itu artinya ada kemungkinan dia bakal sering kesini dong? duh !
hayooo loh Larisa! hahaha gimana kelanjutannya kesalahpahaman chat dengan mas Agus dan kelangsungan hubungan Larisa?
janji deh ga sampai ratusan episode tamat, please tap love ya guys.
see you. muach