Bertindak

1091 Kata

Nalendra memasang telinganya dengan benar. Bersiap-siap untuk mendengarkan dengan serius perkataan hantu itu. Walaupun, terjeda, tapi Nalendra tetap setia untuk menunggunya. Benar-benar definisi laki-laki yang setia. Dengan hantu saja bisa, apalagi dengan kekasihnya. Beberapa saat kemudian, Nalendra melotot ke arah Anna. Menunggunya beberapa detik, nyatanya digantung dengan seenaknya. Anna malah tertawa, seakan kemarahan Nalendra sebuah bahan canda yang digunakan untuk menghibur dirinya. “Maaf,” katanya dengan lirih. Anna terlihat menunduk sembari melirik ke arah meja. Nalendra beranjak untuk menumpang kamar mandi yang ada di rumah Pratiwi. Meninggalkan Anna yang masih terdiam di sana. Begitu pula dengan Dewi yang masih asyik membantu menenangkan Marsya. Seorang bayi perempuan yang sed

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN