Sebuah Penantian

2332 Kata

"Mau ngapain Mas Elang telepon aku?" tanya Kayla seraya menuangkan air ke dalam gelas kosong untuk yang kedua kalinya. "Nanyain kamu lah, masa nanyain kucing tetangga udah punya anak apa belum." Saat ini Kayla tengah duduk di kursi meja makan, begitupun dengan Mira yang ikut duduk di sana, di seberangnya. "Ini nih akibat dari kamu bermain api. Ini baru permulaan, kamu mau bermain api sampai terbakar sendiri? Bisa habis kamu," ucap Mira memperingati. "Udah ah Aku males. Ibu ngomongnya kayak gitu terus. Udah tau aku lagi bingung. Jadi tambah bingung 'kan?" Ia bangkit dari duduknya, lalu pergi ke kamar. "Mau ke mana? Ibu belum selesai ngomong." Suara Mira berteriak. Tanpa menghentikan langkah kakinya Kayla menjawab, "Mandi." "Dandan yang cantik! Nanti Elang mau jemput kamu." "Ogah!" S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN