Berjalan pelan, sang CEO Hexagon memasuki restoran mewah bergaya Eropa. Pria itu mengamati sekitar, dan menemukan sosok yang sedari tadi ia cari. Di dekat jendela lantai dua, pria setengah baya telah menunggunya dengan raut gugup. Namun, Fabian sama sekali tidak mengindahkan semua kekhawatiran yang tersirat di wajah sang pria. Saat pria paruh baya itu mengetahui bahwa Fabian mendekatinya, ia langsung bangkit dan tersenyum canggung. “Se-selamat siang, Tuan Lin,” sebuah sapaan pun terlontar. Uluran untuk berjabat tangan pun menyambut. Fabian tersenyum, lalu menjabat tangan sang pria. “Selamat siang, Tuan Yang.” Ya, pria paruh baya yang ada di hadapannya adalah ayah dari Shannon, sahabat Shasha. Jika ditanya mengapa Fabian kini mengatur pertemuan dengan Tuan Yang, maka jawabannya adalah ka

