Chapter 55 Bahagia. Satu kata yang kini ada dalam benak Fabian Lin. Usai melayangkan protes pada Pak Tua Yang, Shannon pun akhirnya kembali ke apartemen yang ia pinjamkan. Sementara Ain—Fabian tidak peduli di mana bocah itu berada dan apa yang sedang bocah itu lakukan, asalkan tidak ada masalah yang diadukan padanya, maka bocah itu pasti masih hidup dan baik-baik saja. Kiel dan Nathan mungkin sedang mengadakan kencan dengan dokumen kantor yang ia abaikan. Namun, sedikit yang Fabian tahu bahwa kedua anak buahnya kini sedang pusing tujuh keliling memikirkan siapa yang ada di balik kasus penculikan. Tentu saja, walau Fabian tahu pun, pria itu tidak akan menunda waktu bersantainya dengan sang istri. Sekarang, yang ada hanya dirinya dan Shasha. Tidak ada pengganggu lagi. Tidak ada bocah siala

